| Sabtu, 11 September 2004 | PEMILU 2004 |
Bom Tak Berdampak ke MegaJAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tanjung tidak melihat bom Kuningan akan berdampak kepada capres Megawati. Pasalnya, walau Mega sebagai incumbent presiden, kejadian teroris seperti bom Kuningan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja tanpa terduga sebelumnya. ''Walau dia incumbent, tetapi di mana saja, kapan saja dan siapa pun presidennya, kalau gerakan terorisme bisa terjadi kapan saja,'' kata Akbar di Jakarta, kemarin. Kendati demikian, Ketua DPR itu berharap pemerintah meningkatkan kewaspadaannya dan lebih tegas serta tidak ragu-ragu dalam mengambil tindakan. Akbar juga tidak melihat bahwa dengan kejadian bom tersebut akan membuat masyarakat semakin rindu terhadap pimpinan nasional yang memiliki latar belakang militer. Menurutnya, selama ini pemerintahan Megawati telah melakukan langkah-langkah pengamanan yang baik untuk menangkal dan mengatasi terorisme. Secara international, Mega juga sudah menjalin jaringan kerja sama dengan negara dan lembaga lain. Kemampuan teknis aparat kepolisian juga sudah meningkat. Berbeda dengan Akbar, pengamat politik dari The Habibie Center, Irman G Lanti melihat kejadian bom Kuningan akan banyak pengaruhnya terhadap capres Megawati. ''Ini bisa menjadi sarana kampanye, apalagi kalau tim sukses lain bisa memanfaatkan kejadian bom Kuningan. Di Spanyol saja misalnya, setelah ada kejadian bom meledak seminggu kemudian partai yang berkuasa tumbang,'' katanya. Calon wakil presiden dari PDI-P KH Hasyim Muzadi menyatakan ledakan bom di Kedubes Australia merupakan sebuah pekerjaan yang sangat keji dan terkutuk karena secara berencana dan sengaja menghilangkan nyawa banyak orang. ''Hal ini adalah kerugian bangsa Indonesia di mata luar negeri dan semakin menyulitkan untuk melakukan upaya recovery di segala bidang,'' katanya usai berpidato dalam acara doa nasional untuk keselamatan bangsa di alun-alun Jombang, Jatim, Jumat. Menangkan SBY Mantan Ketua DPD PDI-P Jateng Mardijo menyatakan siap untuk memenangkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-Kalla) dalam pilpres putaran kedua 20 September mendatang. Dia yakin, SBY akan bisa mendulang setidaknya 60 % suara di Jateng. Pernyataan tersebut dikemukakan Mardijo dalam acara deklarasi Komando Mardijo (Komar) ) di Desa Dororejo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jumat kemarin. Dalam acara yang digelar di dekat Jembatan Welo itu, Mardijo mengaku siap menghadapi Murdoko, Ketua DPD PDI-P Jateng, yang sebelumnya mematok target 67 % suara bagi kemenangan Mega-Hasyim. Mardijo mengritik langkah para elite politik yang dinilai telah menggunakan parpol sebagai alat kekuasaan. '' Parpol jangan dipaksakan sebagai lembaga untuk merebut kekuasaan, sebab kalau ini dilakukan, kedaulatan yang telah diberikan kepada rakyat akan cerai-berai,'' tandasnya. (nas,G16-87,29r) |