| Sabtu, 11 September 2004 | PANTURA |
Tugas Pertama Ketua DPRD Tutup TMMDBATANG - Kalau DPRD lain masih disibukkan dengan acara pemilihan pimpinan Dewan, bahkan sampai ada yang deadlock; pimpinan DPRD Batang Kamis lalu resmi dilantik dan sudah mulai banyak aktivitas yang harus dikerjakan. Tugas kali pertama yang dilakukan Ketua DPRD Batang Purwanto adalah menjadi inspektur upacara (Irup), saat menutup TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-73, yang dipusatkan di Desa Candiareng, Kecamatan Warungasem, kemarin. Penampilan Purwanto sudah tidak canggung lagi, terlebih Wakil Ketua DPC PDI-P yang selalu tampil rapi itu memiliki postur tubuh mirip dengan anggota militer, tinggi tegap. Makanya, saat berdiri di atas mimbar ada anggota TNI yang bertanya, apa pangkat Ketua DPRD. Begitu dijelaskan, kalau dia seorang sipil tulen, anggota TNI itu bengong. ''Melihat postur tubuhnya sudah pas, kalau menyandang pangkat kolonel,'' ujar prajurit yang lain. Kegiatan TMMD yang dilaksanakan di Desa Candiareng itu, merupakan kali ketiga. Seperti program-program terdahulu, pada pelaksanaan tahun ini juga mengaspal jalan, perbaikan gorong-gorong, masjid, dan mushala. Di samping itu, juga diadakan kegiatan nonfisik seperti ceramah tentang bela negara. Pangdam IV/Diponegoro Majen TNI Sunarso sangat mengharapkan, agar hasil pembangunan fisik bisa ditingkatkan oleh pemerintah daerah beserta segenap warga masyarakat di wilayah itu. Lalu hasil-hasil kegiatan nonfisik berupa pembekalan-pembekalan pengetahuan praktis maupun masalah-masalah kemasyarakatan, kejuangan, bela negara, dan kesadaran hukum, juga diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan tambahan semata. ''Namun benar-benar dapat dihayati dan dilaksanakan orang-per orang dalam kehidupan nyata sebagai warga negara yang bertanggung jawab kepada masyarakat serta kepada bangsa dan negara.'' Selaku penanggung jawab operasional TMMD di Kodam IV, Pangdam menyadari hasil-hasil operasi TMMD yang telah dicapai belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan. Semua itu, tentu disebabkan oleh hal-hal yang memang sulit dihindari, seperti masalah dukungan biaya dan keterbatasan personel yang secara bersamaan masih harus melaksanakan berbagai bentuk penugasan di seluruh wilayah Tanah Air. "Namun demikian, terlepas dari berbagai kekurangan yang terjadi dalam kegiatan TMMD kali ini, saya yakin bahwa segenap prajurit TNI beserta komponen pelaksana dan pendukung lainnya telah berupaya semaksimal mungkin untuk mencapai sasaran program sebagaimana yang telah direncanakan sebelumnya." Ujud Solidaritas Kades Candiareng, Yahya menyatakan yang telah dilakukan TNI adalah wujud solidaritas dan tanggung jawab TNI dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta dalam menggugah kesadaran bela negara dan wawasan kebangsaan seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan TMMD yang paling menonjol adalah pengaspalan jalan sepanjang 2,5 km. Jalan yang dibangun itu, bisa memperpendek menuju ke Batang. Kalau |