logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 11 September 2004 OLAHRAGA
Line

Pulang Kandang untuk Menang

TAMPIL di Palembang ternyata tidak membuat taekwondoin Jawa Tengah, Vinca Maharsi minder. Sebaliknya, putri pertama dari lima bersaudara pasangan Sukardi dan Yulia itu malah semakin percaya diri dan penuh semangat. Hal itu tidak mengherankan. Sebab, Vinca sudah akrab dengan suasana Palembang.

Taekwondoin Jateng itu memang lahir dan dibesarkan di Palembang. Wajarlah jika gadis kelahiran 7 Mei 1981 itu berhasil mempersembahkan emas ''pembuka'' bagi Jateng dari kelas menengah putri.

''Saya sangat puas dan bangga bisa menyumbangkan emas bagi Jawa Tengah. Emas itu merupakan emas pertama saya di PON,'' katanya.

Selama berlaga di PON, Vinca memang baru kali pertama mendapat emas. Sebelumnya, di PON XV Surabaya lalu, dia hanya mendapat perunggu saat tampil di kelas welter. Karena itu, emas pertama yang diraihnya dari kelas menengah itu sangat berarti. Bukan hanya kebanggaan yang diterimanya, tapi juga bonus yang bakal mengalir ke sakunya.

Paling tidak, dengan meraih medali emas itu, Vinca bakal mengantongi bonus Rp 43 juta lebih. Dari KONI Rp 40 juta dan dari manajer tim Rp 3 juta untuk tiga kali kemenangan. ''Saat ini saya belum memikirkan bonus, karena harus konsentrasi di PON. Tapi yang jelas jika dapat bonus, nanti akan saya tabung,'' ujarnya.

Pindah Sekolah

Sejak kecil, Vinca sudah akrab dengan Palembang. Sebab, ayahnya bekerja di Pertamina Palembang. Namun setelah lulus SD, dia pindah ke Jawa Tengah dan tinggal bersama kakek dan neneknya di Magelang. Di kota itulah, nama Vinca mulai dikenal di antara taekwondoin Jawa Tengah sehingga ditarik ke Semarang untuk mengikuti pelatda.

Demi kemajuan kariernya, dia rela pindah sekolah dari Magelang ke Semarang. Itu untuk membuatnya lebih berkonsentrasi dalam mempersiapkan diri menghadapi PON XVI. Tak heran, saat berlaga di Palembang, Vinca seperti pulang ke rumahnya sendiri.

Dengan kepercayaan diri yang tinggi, penampilannya dalam pertandingan kemarin sangat bagus. Bahkan, di babak pertama dia berhasil mengalahkan taekwondoin tangguh asal Jawa Barat, Onyas Nurmalasari melalui tendangan tholio chagi (tendangan ke arah perut) saat sudden death. Di final, saat lawan Wynanda (DKI Jakarta), tendangan thalio chagi dan dhalio chagi (tendangan ke arah kepala) dari Vinca menghasilkan emas. (Budi Winarto-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA