| Sabtu, 11 September 2004 | OLAHRAGA |
Prima dan Wynne Sukses di GandaPALEMBANG -Pasangan Prima Simpatiaji/Wynne Prakusya membayar kekecewaan atas kegagalan mereka di nomor tunggal dengan merebut satu-satunya emas Jateng dari tenis di nomor ganda campuran. Perlawanan ketat kakak beradik Sulistyo Wibowo/Liza Andriyani (Jabar) sukses diredam melalui pertarungan tiga set 5-7, 7-5, dan 7-5 di Lapangan PT Pusri kemarin. Begitu pertandingan dimenangkan, baik Wynne dan Prima bersalaman dengan ekspresi cerah keluar dari wajah keduanya. Kegembiraan juga dibagikan kepada puluhan pendukung Jateng yang sepanjang pertandingan terus mendukung mereka. Usai beristirahat secukupnya, Wynne dan Prima mendatangi barisan pendukung untuk melakukan foto bersama sambil tak lupa mengucapkan terima kasih. "Terus terang Mas, hasil pertandingan tunggal itu sungguh mengecewakan, karena itu kami harus fight di partai ini. Karena sudah tidak ada lagi pilihan lagi, mau tidak mau kami harus menang untuk membayar hasil di tunggal," kata Prima yang mendedikasikan emas bagi kedua orang tuanya di Tegal dan masyarakat Jateng. Sebelumnya Wynne menyatakan dirinya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mempersembahkan emas dari nomor tunggal. "Tapi bagaimana lagi, Liza bermain bagus. Sebenarnya saat itu saya ingin mengajaknya main cepat tapi lapangan tidak menunjang sehingga saya malah banyak salah sendiri," katanya. Karena itu, tambah Wynne, dia meminta maaf kepada masyarakat Jateng yang selama ini terus memberikan support baginya. Sebelumnya, Wynne menyerah di tangan Liza Andriyani dua set langsung 3-6, 6-7 (7). Liza sendiri atas kemenangannya mendapat hadiah umroh plus Rp 5 juta yang dijanjikan sebelum pertandingan. Rekan Seklub Prima tidak berdaya menghadapi rekan klubnya di Detec, Febi Widhyanto (DKI) 6-7(8), 4-6. Padahal di set pertama Prima sempat membutuhkan satu set saja untuk menyudahi skor saat itu 5-2 untuknya. Tapi entah mengapa, permainan Prima tiba-tiba saja drop dan malah "disetir" Febi yang tambah fight. "Di set pertama itu, saya benar-benar blank, tidak tahu harus berbuat apa. Sementara Febi malah tambah kuat," kata cah Tegal itu. Akhirnya dia pun banyak melakukan kesalahan dan menguntungkan lawannya. Untuk bangkit di set kedua, Prima mengaku sudah sulit dilakukan. Di ganda campuran yang menyedot ratusan penonton, Prima dan Wynne seolah tak mau membayar kesalahan. Ketenangan dan kesabaran diperlihatkan mereka, padahal perebutan angka berlangsung ketat sebelum akhirnya kalah 5-7. Faktor itu pula yang menolong mereka saat sudah unggul 5-3 di set kedua, lawan berhasil menyamakan kedudukan, sebelum akhirnya ditutup dengan skor 7-5. Set ketiga, keduanya sudah tahu kelemahan lawan dengan mencecarkan bola ke arah Sulistyo . (57) |