logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 11 September 2004 OLAHRAGA
Line

Rebut Emas Kedua dan Pecahkan Rekor

PALEMBANG-Jika sehari sebelumnya cabang atletik Jateng paceklik medali, kemarin unjuk gigi lagi dengan menambah satu emas, satu perak dan satu perunggu yang ditandai dengan pecahnya rekor PON di lintasan Stadion Bumi Sriwijaya.

Trianingsih, yang pada hari pertama merebut medali emas dari nomor 5.000 meter, kemarin berjaya di nomor 10.000 meter putri. Dengan dua emas di tangannya, atlet yang baru berusia 17 tahun itu dipastikan bakal "kebanjiran" bonus sedikitnya Rp 90 juta. Dari jumlah tersebut, Rp 80 juta dari KONI Jateng, sisanya dari Pemkot Salatiga. Catatan waktu yang ditorehkan oleh Trianingsih lumayan fantastis, yakni 35 menit 39,16 detik, sekaligus memperbaiki rekor PON atas nama kakaknya, Ruwiyati (36 menit 01,25 detik) yang dibuat pada PON XIV Jakarta 1996.

Medali perak nomor ini direbut oleh Derni Benfatin dari DKI Jakarta dengan catatan waktu 37 menit 31,41 detik, sedangkan perunggu untuk Unik Setyorini dengan catatan waktu 39.40, 97 detik.

Kemarin, Jateng juga menambah medali perak melalui Rini Budiarti dari nomor 1.500 meter putri dengan catatan 4.33,50 detik. Medali emas dan perunggu untuk nomor 1.500 meter direbut oleh Olivia Sandi dari NTT (4;30,22 detik) dan Nelci Tolaik juga dari NTT (4;38,51 detik).

Absen

Keperkasaan Trianingsih pagi kemarin agak sedikit "kurang" karena pesaingnya, Supriati Sutono (Jabar)tidak tampil akibat cedera, sehingga di nomor 10.000 ini hanya diikuti tiga pelari dari dua daerah. Jateng dua atlet, satu lainnya Derni Benfatin dari DKI.

Karena cuma diikuti tiga pelari, pelaksanaan nomor ini sempat mengundang tanda tanya. Soalnya, dalam satu nomor minimal harus diikuti tiga daerah. "Ini lucu. Kalau hanya diikuti tiga daerah, apalagi dua daerah, semua peserta pasti dapat medali," tutur Yon Daryono.

Dia menyontohkan peristiwa yang menimpa pelontar martil Jateng, Daniel Giyanto dan Ishak pada PON XIII tahun 1993. Akibat peserta kurang dari tiga daerah, dua atlet yang hampir dipastikan meraih medali emas dan perak nomor lontar martil dibatalkan itu dibatalkan.

"Di babak kualifikasi jumlahnya tidak cuma dua daerah. Lebih dari itu. Kalau sekarang hanya diikuti dua daerah itu urusan lain. Sebelum lomba pesertanya banyak, tapi ketika lomba dimulai banyak yang mundur, mungkin takut kalah sebelum bertanding," aku Alwi Mugianto, pelatih Trianingsih seusai lomba.

Pada hari keenam cabang atletik dilombakan Sabtu ini, masih tersisa lima nomor final. Namun harapan medali Jateng hanya tinggal di nomor 3.000 meter steeplechase putri. Jateng akan menurunkan dua atlet, yaitu Tri Asih Handayani (Hani Melon) dari Klub Dragon Salatiga dan Rini Budiarti dari Klub PPT Migas Cepu. (77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA