logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 11 September 2004 OLAHRAGA
Line

Juara Lagi, Berharap Dapat Pekerjaan

PALEMBANG-Kontingen sepak takraw Jateng meraih emas kedua pada PON XVI/2004 di GOR Caraka Telkom 3 Ilir Palembang. Kuartet Jateng yang terdiri dari Rasiwan, Wisnu Dwi, Yudi Purnomo dan Jato sebagai cadangan, dalam final nomor beregu kemarin mengalahkan Sulsel 2-0 (21-17 dan 21-13). Emas pertama dari Rasiwan dan kawan-kawan dihasilkan melalui nomor tim.

Para pemain Jateng sangat berkeinginan agar prestasi mereka mempersembahkan medali emas di PON XVI/2004 dapat penghargaan setimpal dari pemprov dan pemkot atau pemkab asal atlet. Penghargaan itu bukan sekedar bonus. Keinginan mereka adalah memperoleh pekerjaan dengan status pegawai negeri sipil.

"Saya jelas ingin jadi guru negeri. Cita-cita saya menjadi guru. Saya yakin Pemda akan memperhatikan keinginan saya ini," ujar Wisnu Dwi, Mahasiswa Unnes semester VII yang berasal dari Demak.

Yudi Purnomo yang berasal dari Klaten juga punya keinginan yang sama dengan Wisnu. Pria kelahiran 28-6-1983 tersebut juga ingin menjadi guru. Dia kini tercatat sebagai Mahasiswa Unnes D2 Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.

Jato yang berasal dari Salatiga dan lulusan D1 komputer juga ingin menjadi pegawai Pemda. Atlet ini berasal dari Salatiga dan lahir pada 21-5-1979.

Manajer Siti Retno Farida berjanji akan meneruskan keinginan para atlet kepada pihak-pihak berkompeten. "Keinginan atlet adalah wajar. Mereka telah mengharumkan nama daerahnya," ujarnya.

"Lagian mereka juga telah mengabdikan dirinya untuk kemajuan daerahnya melalui sepak takraw. Sudah saatnya nasib mereka diperhatikan. DKI, Jatim dan Sumsel patut ditiru dalam memberikan penghargaan pada atlet," tambah karyawan Dolog Semarang tersebut.

Ketiga

"Kami sekarang tinggal mengincar emas ketiga, yang insya Allah akan didapat dari nomor circle. Nomor ini memang jadi target emas di samping nomor tim. Kami sangat bersyukur juga meraih emas beregu. Ini sangat menggembirakan," ujar Siti.

Pertandingan nomor circle yang mengutamakan keterampilan permainan diyakini akan menjadi milik kontingennya. "Kami sudah berlatih matang sebelum ke sini. Catatan nilai dari tim kami juga bagus. Mereka bisa menghasilkan angka 1.500 poin per sepuluh menit. Permainan akan berlangsung dalam tiga puluh menit. Setiap game terdiri dari sepuluh menit dengan masa jeda lima menit per game," utur pelatih Setyo Budi, didampingi asistennya, Bambang Dwi.

Lima Pendekar Jateng yang akan diturunkan dalam nomor circle hari ini adalah Wisnu, Miftah, Masrianto, Suko dan Iwan. Rasiwan sebagai pemain paling senior akan diistirahatkan.

"Saya memang meminta menjadi cadangan. Saya yakin kawan-kawan akan main bagus. Terlebih saya lihat mereka sangat kompak dan semua tekniknya bagus," kata karyawan Dolog Sub Divre Banyumas ini.

Setyo Budi dan Bambang Dwi tidak mempermasalahkan istirahatnya Rasiwan. Mengistirahatkan pemain berusia 31 tahun tersebut juga merupakan strategi khusus untuk meraih emas.

"Rasiwan itu pemain bertipikal menyerang. Sepakan bolanya sangat keras. Kalau dimainkan di nomor circle bisa menyusahkan partnernya. Itu karena sepakannya akan sulit diterima kawan yang menerima operan," tutur Setyo.

Berikut adalah urutan peraih medali nomor beregu sepak takraw PON XVI/2004. Putra : Jateng (emas) Sulsel (perak), Riau dan Sumbar (perunggu). Putri : Sulsel (emas), Riau (perak), Sultra dan Kalteng (perunggu). (22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA