| Sabtu, 11 September 2004 | NASIONAL |
ANEKA WARTALempar Bom MolotovJAKARTA - Ratusan mahasiswa UKI-YAI bentrok dan saling lempar batu. Beberapa mahasiswa terluka dan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian macet total. Bentrokan terjadi di Jalan Diponegoro Jakarta Pusat, Jumat (10/9) pukul 13.50. Belum diketahui pemicu bentrokan dua universitas yang berdampingan itu. Selain batu, mahasiswa juga melempar bom molotov dan balok. Ledakan bom molotov terdengar sekitar 10 kali. Mahasiswa saling kejar dan membalas. Beberapa mahasiswa terluka akibat lemparan batu. Bentrokan mengundang perhatian masyarakat.(dtc-83j) Lawan dengan Perdamaian SOLO - Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata I Gede Ardika menyatakan sedih dan prihatin atas aksi pengeboman di Jalan Rasuna Said depan Kedubes Australia. Tindakan biadab yang telah menelan korban manusia tidak berdosa itu merupakan bentuk teror yang tidak bisa ditoleransi dan harus dienyahkan dari Indonesia. ''Tindakan itu harus dilawan. Hanya, perlawanan terhadap terorisme bukan dengan kekerasan seperti perilaku para teroris itu, melainkan dilawan dengan nilai-nilai persaudaraan dan perdamaian,'' katanya saat membuka Bengawan Solo Fair (BSF) VII di Istana Mangkunegaran, Solo, kemarin.(sri-83j) Rawan Politik Uang SEMARANG - Sejumlah pengamat politik memperkirakan pemilihan presiden (pilpres) putaran kedua, 20 September masih rawan berbagai konflik. Kecurangan dalam bentuk politik uang (money politics) dan penyalahgunaan kekuasaan dengan cara memobilisasi sejumlah kepala daerah untuk mendukung capres-cawapres tertentu ditengarai sebagai sumber konflik terbesar dalam pilpres kali ini. Mantan Menteri Kehakiman dan HAM Prof DR Muladi SH menyatakan, praktik politik uang berupa penggunaan dana kampanye tanpa batas masih akan terjadi dalam pilpres putaran kedua. Sebagian dana tersebut disinyalir berasal dari pengusaha-pengusaha bermasalah melalui kejahatan pencucian uang (money laudrying). Dia mengungkapkan hal itu dalam seminar Pilpres Putaran II, Rawankah? (Membedah Potensi Kerawanan Politik, Sosial, dan Hukum) yang diselenggarakan Forum Komunikasi Akademisi dan Praktisi Hukum Indonesia (Forkaphi), Jumat (10/9). Hadir pula Ketua Panwas Pemilu Jateng Nur Hidayat Sardini, budayawan Darmanto Jatman, dan Prie GS. (nik-83r)
|