| Sabtu, 11 September 2004 | NASIONAL |
Jenazah Munir Dibawa ke MalangMALANG - Jenazah Munir diperkirakan tiba di Malang pada Sabtu (11/9) sekitar pukul 21.00. Menurut rencana, dari Bandara Soekarno Hatta dibawa menuju ke Lanud Abdulrachman Saleh. Kemungkinan sebelum ke rumah duka di Batu, jenazah akan dibawa ke kampus Universitas Brawijaya. Jamal, adik kandung Munir, menuturkan, keluarganya tidak mempermasalahkan jika Unibraw ingin memberikan penyambutan dengan catatan bila jenazah datang pagi atau siang hari. "Kalau datang Sabtu pagi mungkin bisa tapi kalau malam ya kasihan," kata dia. Jamal yang ditunjuk sebagai juru bicara keluarga mengemukakan, upacara pemakaman diperkirakan akan dilaksanakan pada keesokan harinya atau Minggu pukul 09.00-10.00. "Dari rumah akan dishalatkan lebih dulu di Masjid At Taqwa Batu, baru kemudian dibawa ke tempat pemakaman umum (TPU) di Desa Sisir." Hingga sore kemarin, di dalam kompleks makam itu belum tampak ada galian kuburan yang disiapkan untuk almarhum Munir. Bahkan menurut pengakuan juru kunci TPU, Hasan, pihaknya belum menerima pemberitahuan hal tersebut. Percaya Tentang kondisi almarhum sebelum meninggal, Jamal membantah bahwa kakaknya tidak sehat. "Selama ini dia sehat-sehat saja, kalaupun sakit itu pun karena flu atau sakit ringan," ujarnya. Meski demikian, pihak keluarga memercayakan pada hasil autoposi di Belanda sehingga akan menerima apa adanya, apalagi di sana sudah ada Rasyid (kakak sulung) dan istri almarhum, Suciati. Halaman depan sampai tepi jalan di sekitar rumah duka dipenuhi dengan beragam karangan bunga. Sementara itu, rencana Rektor Unibraw Malang Prof Bambang Guritno mengajukan gelar pahlawan kepada almarhum Munir mendapat sambutan dari Wali Kota Batu Drs H Imam Kabul MSi. "Itu pantas diberikan kepada orang yang sudah almarhum untuk mengenang jasanya yang telah menghidupkan demokratisasi dan penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia. Dia sangat layak menerima itu karena hidupnya telah dikorbankan demi kemaslahatan manusia di Indonesia ini," papar Imam Kabul. Dia merasa jasa Munir cukup besar dan harus mendapatkan penghargaan layak. "Kalau Unibraw sudah bersepakat, saya dari Pemkot Batu bersama segenap rakyat Batu akan mengusulkan kepada Presiden untuk memberinya gelar pahlawan reformasi. Untuk anak-anaknya, akan diberikan bantuan dengan mengangkatnya sebagai anak asuh."(jo-83j) |