| Sabtu, 11 September 2004 | NASIONAL |
Hamim Thoyib Berangkat ke Iran
SEMARANG - Hamim Thoyib, penghafal Alquran 30 juz putra dari Kabupaten Jepara, Rabu lalu berangkat ke Teheran, Iran. Keberangkatannya dari Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang menuju Jakarta diantar Sekretaris Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Jateng Drs H Moh Ahyani dan Kabid Penamas Kanwil Depag Drs H Marsudi Soekarno. Keberangkatan Hamim dalam rangka mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama satu minggu. Hamim sebelumnya menjadi juara tiga penghafal terbaik golongan 30 juz putra dalam Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional ke-18 di Bengkulu belum lama ini. Menurut Ahyani, dari Jakarta dia akan terbang langsung ke Teheran bersama kafilah lain dan diantar pengurus LPTQ Pusat. ''Mudah-mudahan Hamim mampu menunjukkan prestasinya yang terbaik,'' tutur dia. Sebelumnya qariah terbaik asal Jateng Waffiq Azizah dari Kabupaten Magelang menjuarai MTQ Internasional di Kuala Lumpur. Sementara itu dua penghafal lainnya, yaitu Mohammad Abdullah Salam dari Kabupaten Grobogan dan Hasan Ayatullah dari Kabupaten Semarang, akhir bulan ini akan berangkat ke Mekkah, Arab Saudi untuk mengikuti Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) Internasional. Salam dalam STQ di Bengkulu menjadi hafidz terbaik golongan 10 juz putra, sedangkan Hasan juara terbaik satu hafidz 30 juz dan tafsir. ''Kami akan terus berusaha sekuat tenaga agar pembinaan tilawah, tahfidz ataupun tafsir Alquran di Jateng semakin baik lagi sehingga mampu berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional,'' kata Ahyani. Kakanwil Depag Jateng Drs HM Chabib Thoha MA mengatakan, pihaknya berencana mewujudkan laboratorium Alquran. Adanya lab tersebut, qari-qariah, hafidz-hafidzah, dan mufasir-mufasirah serta para calon dewan hakim digodok dan ditempa agar siap mengikuti kegiatan-kegiatan tingkat nasional. ''Selama ini perekrutan dilakukan melalui pondok-pondok pesantren Alquran dan MTQ mulai tingkat kecamatan hingga provinsi. Kalau ada laboratorium, mereka bisa digodok lebih lama, sehingga betul-betul matang dan siap bertanding,'' katanya. Dia merasa bangga karena prestasi Jateng dalam perlombaan Alquran di tingkat nasional baik MTQ maupun STQ telah menunjukkan kemajuan yang sangat baik. (B13-83r) |