| Sabtu, 11 September 2004 | NASIONAL |
Berlian Seratus Juta Dirampok
PEMALANG - Lima penjahat yang mengenakan penutup kepala ala ninja mendatangi rumah kontraktor CV Peni di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Pelutan, Pemalang, Jumat pukul 01.30. Pemilik rumah, Edi Mulyono (65) beserta istrinya, cucu, dan seorang karyawan diikat tangan dan kakinya. Hingga kemarin, polisi masih melacak kawanan penjahat itu. Sejauh ini, identitas pelaku belum teridentifikasi. Namun polisi menduga, pelaku adalah orang Jawa Barat. Hal itu diketahui dari dialek mereka saat berbicara dengan korban. Menurut penuturan Edi Mulyono, kelima penjahat itu masuk ke rumahnya melalui pintu belakang. Sebelum masuk halaman, mereka memanjat pagar setinggi tiga meter. Selanjutnya, pelaku merangsek masuk ruang utama lewat jendela yang tidak terkunci. ''Jendela ini tidak dikunci, sehingga dengan mudah dibuka. Setelah jendela dibuka perampok merusak kawat ram untuk membuat lubang. Dari lubang itu tangan perampok masuk dan membuka pintu dengan kunci yang masih tergantung,'' tutur dia. Selama ini jendela sering tidak dikunci. Pertimbangannya sudah diberi teralis besi dan kawat ram. Kebetulan kunci yang saat itu masih menggantung di lubang kunci, ujar Edi, lupa diambil saat dirinya dan penghuni lain akan tidur. Setelah pintu dibuka, para penjahat masuk ke dalam rumah. Kali pertama yang dibangunkan perampok adalah Edi Mulyono. Saat keluar dari kamar, dia melihat lima laki-laki membawa golok yang kepalanya ditutup kerudung ala ninja. ''Saya tidak merasa takut saat ditodong golok di bagian perut. Akan tetapi, saya tidak berdaya melawan karena sudah tua,'' ucapnya. Pelaku kemudian meminta Edi menunjukkan kamar istrinya, Bowatin (53). Namun sebelumnya penjahat telah menyekap cucu korban, Renaldi (11), dan melumpuhkan karyawan yang tinggal serumah di kamar lain, Sulhan (53). Perampok kemudian memasukkan Edi, Sulhan, dan Renaldi ke dalam kamar mandi. Korban tidak bisa berbuat apa-apa. Selain kondisinya sudah uzur, tangan dan kakinya diikat. Hal yang sama dialami pula oleh karyawannya, Sulhan dan cucunya, Renaldi. Sementara itu Bowatin tetap berada di kamarnya, namun tangan dan kakinya juga diikat. Perampok mengobrak-abrik lemari dan mengambil satu set berlian senilai Rp 100 juta dan uang milik Edi Rp 2 juta di dalam dompet. Barang lain yang diambil adalah dua arloji merek Omega. Aksi berlangsung lebih kurang satu setengah jam. Peristiwa itu baru bisa dilaporkan ke aparat keamanan setelah istri korban membuka ikatan tangan dan kakinya. Dia yang kali pertama melapor ke petugas Kodim 0711 Pemalang yang piket pukul 03.00 yang jaraknya berdekatan dengan tempat kejadian. Edi selanjutnya ke Polsek Pemalang Kota untuk melaporkan kejadian tersebut. Kapolres AKBP Drs Moechgiyarto didampingi Kapolsek Pemalang Kota AKP Djumirin mengemukakan, setelah menerima laporan pukul 04.00 pihaknya kesulitan mengejar pelaku. Sebab, kejadiannya sudah lewat beberapa jam. Meski demikian, saat itu juga jajarannya memblokade jalan. Sayang, kawanan penjahat belum bisa ditangkap.(sf-83j) |