logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 11 September 2004 NASIONAL
Line

Gusti Behi Baca Kekancingan Jumenengan

  • Penobatan SISKS PB XIII

SM/Irawan Aryanto JENGKAR: Raja baru SISKS Paku Buwono XIII jengkar dari sitinggil yang diikuti oleh para sesepuh, sentono dan abdi dalem kondur angedaton. Acara tersebut setelah raja membaca maklumat kemarin.(79)

SOLO - Kangjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hangabehi membaca kekancingan yang berisi tentang jumenengan nata dirinya sebagai Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono (PB) XIII. Dengan penobatan putra tertua almarhum SISKS PB XII ini, sah dan resmilah sudah di hadapan komunitas adat dan masyarakat luas baik melalui upacara di Sitinggil Lor maupun ketika siniwaka dalam pisowanan agung di Pendapa Sasana Sewaka yang berhias tarian sakral Bedaya Ketawang, kemarin.

Kehadiran tiga sesepuh keraton, yaitu Prof KGPH Haryo Mataram SH, BKPH Prabuwinoto, dan GRAy Borodiningrat, yang merestui KGPH Hangabehi menjadi Pangeran Adipati Anom di Petanen Krobongan Dalem Ageng pada pukul 09.30, sangat melegakan karena hal itu merupakan salah satu legitimasi bertakhtanya raja baru. Begitu pula ketika ketiganya mengawal Gusti Behi berjalan menuju ke Bangsal Manguntur Tangkil, Sitinggil Lor untuk menyaksikan dan merestui jumenengan nata sebagai SISKS PB XIII disaksikan sejumlah putra putri dalem, para cucu almarhum, sentana, abdi dalem, dan kawula pakasa atau masyarakat luas.

Legitimasi sepenuhnya dari kalangan putra-putri dalem memang tidak bisa didapat secara utuh, mengingat ada beberapa yang berada di kelompok raja yang lain, saat KGPH Tedjowulan menobatkan diri, 31 Agustus lalu. Namun, kehadiran KGPH Kusuma Yuda, GPH Puger, GPH Benowo, GK Ratu Galuh Kencana, GRAy Koes Isbandiyah, GRAy Koes Sapardiyah (adik KGPH Hadi Prabowo), GRAy Koes Moertiyah, GRAy Koes Indriyah, GPH Nur Cahyaningrat, GRAy Koes Ismaniay, serta para suami dan istri mereka menambah bobot legitimasi bertakhtanya putra tertua dari 35 anak almarhum SISKS PB XII itu.

Kehadiran beberapa duta besar, seperti dari Banglades, Kuwait, Spanyol, Yaman, Sudan, dan sejumlah utusan dari kerajaan-kerajaan di Malaysia pimpinan Dato Paduka Dr Asami Haji Said serta Kerajaan Skotlandia, sulit dikatakan bukan sebagai bentuk legitimasi. Termasuk kehadiran sejumlah utusan dari anggota Forum Komunikasi Keraton se-Nusantara (FKKN), seperti dari Kesultanan Ternate (NTT), Kutai Kertanegara (Kaltim), Puri Gianyar (Bali), Gubernur Papua, Bupati Nabire (Papua), Kesultanan Deli (Medan), dan Kesultanan Gowa (Sultra).

Tokoh Penting

Gubernur Jateng Mardiyanto, Wali Kota Solo Slamet Suryanto, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) IX, KGPAA Mangkunagoro IX, dan tokoh-tokoh penting lingkup Jateng-DIY dan terutama wilayah Surakarta memang banyak yang tidak kelihatan, tetapi kehadiran Bupati Wonogiri KP Begug Purnomosidi, bos PT Danar Hadi Santosa Dullah, dan beberapa tokoh masyarakat lain sungguh membesarkan hati SISKS PB XIII dan keluarga.

''Gusti Behi sudah plong, saya pun merasa lega. Begitu juga, mbakyu dan adik-adik saya, termasuk wayah-wayah dalem, saya kira juga merasa berkurang beban psikisnya. Sebab, 90% ujian berat sudah dilalui. Tinggal menjalankan kirab saja, yang tidak begitu banyak pengaruhnya atas jumenengan ini,'' tutur ketua panitia penobatan KGPH Kusuma Yuda yang secara langsung mengucapkan terima kasih kepada Suara Merdeka seusai pisowanan jumenengan di Pendapa Sasana Sewaka, kemarin sore.

Hal serupa juga diungkapkan Pimpinan Lembaga Hukum Keraton Surakarta (LHKS) KP Edy Wirabhumi SH, Nyonya Asih (istri Gusti Behi), KRMH Raditya Lintang Sasangka, dan beberapa cucu almarhum Sinuhun seperti BRM Suryo Herbanu. Mereka bergantian menerima ucapan selamat dari para tamu termasuk dari harian ini, dan sebaliknya mengucapkan terima kasih kepada pers yang dianggap ikut membantu melancarkan kegiatan itu serta menciptakan suasana kemelut suksesi yang semula panas membara menjadi berangsur sejuk.

''Matur nuwun enggih. Lha wong wartawan kok nganti ngancani tugur,'' ungkap KP Edy disaksikan istrinya, GRAy Koes Moertiyah, dan kedua anaknya BRA Lung Ayu dan BRA Sedah Mirah.

Berakhirnya acara di Pendapa Sasana Sewaka yang ditandai dengan ucapan selamat dan berfoto bersama di Bangsal Paningrat, berakhirlah seluruh rangkaian upacara inti bertakhtanya raja baru SISKS PB XIII. Acara berikut, tinggal kirab jumenengan nata yang menurut rencana dilangsungkan pada Sabtu sore ini.

''Akan tetapi, sampai kini kami belum mendapat kepastian apakah jadi dilaksanakan atau tidak. Sebab, polisi menghendaki ditiadakan. Sementara itu kami ingin tetap ada, dengan mengurangi risiko yang membahayakan misalnya jumlah pesertanya,'' ungkap dua staf sekretariat panitia, Ebit Pramudijanto dan Luky Arwanto.

Di Sitihinggil

Acara jumenengan yang dilakukan di Sitihinggil Keraton Surakarta berlangsung dengan lancar dan khidmat. Selain itu, waktunya juga tak lebih dari setengah jam. Diawali dengan kedatangan KGPH Hangabehi pada pukul 10.25 dengan didampingi sesepuh KGPH Harya Mataram dan BKPH Prabuwinoto serta sederek-sederek dalem dan para putra wayah dalem.

Begitu datang, KGPH Hangabehi yang sebelumnya sudah dikukuhkan menjadi Pangeran Adipati Anom menempati kursi yang sudah disediakan dengan duduk berjajaran bersama KGPH Harya Mataram. Sementara itu, yang lain menempati area di sekitarnya dengan posisi duduk bersila.

Selanjutnya, KGPH Hangabehi membaca serat kekancingan tentang penobatan dirinya menjadi raja di Keraton Surakarta. Dengan pembacaan surat tersebut, KGPH Hangabehi menobatkan dirinya menjadi pengganti almarhum SISKS PB XII dengan gelar Sahandhap Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Paku Buwono XIII Senopati Ing Alogo Abdurrakhman Sayidin Panotogomo Khalifatullah Tanah Jawi.

Selesai membaca serat kekancingan, KGPH Hangabehi yang sudah menjadi SISKS PB XIII kemudian lenggah dhampar keprabon. Setelah raja baru tersebut duduk, lalu dilanjutkan dengan doa yang dilakukan oleh para abdi dalem ulama.

Berikutnya, KGPH Haryo Mataram selaku sesepuh para putra dan kerabat keraton memberikan penghormatan pertama dengan menghaturkan sembah kepada raja baru tersebut. Diikuti oleh putra sentana, kerabat serta para abdi dalem yang lain. Lalu acara penobatan pun diakhiri dengan jengkar-nya SISKS PB XIII dari Sitihinggil menuju ke Keraton Surakarta. (G19,G18, won-17j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA