| Sabtu, 11 September 2004 | NASIONAL |
Tiga Besar MustahilPALEMBANG-Meskipun upaya merebut posisi tiga besar belum bisa disebut gagal, namun rasanya mustahil bagi Jateng untuk mewujudkannya. Gambaran ini muncul, menyusul perolehan medali kemarin yang hanya 5 emas, 4 perak dan empat perunggu. Dengan demikian, total perolehan sementara adalah 39 emas, 43 perak dan 45 perunggu. Pesaing utama berebut posisi ketiga, Jatim, berdasar data di Posko mereka hingga pukul 19.00 semalam, mampu menambah 10 medali emas, 8 medali perak, dan 8 medali perunggu. Ke-10 medali emas itu berasal dari atletik 1, dayung 1, panahan 1, gulat 3, karate 1, tenis meja 1, aeromodeling 1, dan golf 1. Dengan demikian, jumlah keseluruhan perolehan medali sementara provinsi tetangga ini adalah 53 emas, 57 perak, dan 81 perunggu. Bahkan mereka tinggal sedikit lagi menyamai Jabar. Dengan selisih 14 medali itu emas itu, rasanya memang mustahil bagi Jateng untuk bisa menyamai apalagi melampaui. Keajaiban pun rasanya tidak cukup untuk menolong daerah ini mencapai target, sebab sisa emas yang diperkirakan bisa direbut tinggal dari taekwondo (5) dan silat (3). Cabang silat hari ini menempatkan tiga atlet, yakni Lutfan Budi Santoso, Rony Saefullah dan Haris Nugroho pada final nomor tanding di Kampus Unisri Inderalaya (34 km luar Kota Palembang). Jika target emas dari silat hari ini bisa 100 persen tercapai, maka total baru 47. Seandainya ada keajaiban, misalnya kempo bisa menyumbang satu, karate satu, bola voli pantai satu, balap motor satu dan panahan satu, maka ada tambahan 5 sehingga total bisa 52. Itu kira-kira jumlah optimal, yang rasanya - tanpa mengecilkan perjuangan para atlet - sulit bisa diwujudkan. Jika bisa pun jumlahnya tidak cukup untuk menyaingi perolehan Jatim, yang dipastikan dalam empat hari tersisa akan menambah medali emas. Secara matematis, target Jateng untuk merebut 3 besar bisa dikatakan gagal. Namun karena PON XVI masih berlangsung, belum saatnya kita menyebut gagal, karena segala sesuatu masih bisa terjadi. (A4-57) |