logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 11 September 2004 NASIONAL
Line

Australia Takkan Tarik Pasukan dari Irak


BERTEMU MENLU AUSTRALIA: Presiden Megawati Soekarnoputri kemarin bertemu dengan Menteri Luar Negeri Australia, Alexander Downer di Jakarta. Keduanya membahas soal bom yang meledak di depan kantor Kedutaan Australia pada Kamis (9/9) lalu. (79)

CANBERRA - Australia tidak akan takut dan menarik pasukannya dari Irak setelah serangan bom di depan kedubesnya di Jakarta, kata PM John Howard Jumat kemarin ketika dia mengumumkan kajian keamanan.

Howard dan Mark Latham, ketua Partai Buruh - yang berjanji akan membawa pulang pasukan Australia pada Natal mendatang - menangguhkan kampanye pemilihan 9 Oktober dan kembali ke ibu kota negara itu kemarin, untuk melakukan brifing keamanan.

''Apa saja bisa dilakukan orang berkaitan dengan keterlibatan kita di Irak. Namun jika saat ini Australia tunduk pada ancaman-ancaman terorisme, maka negara ini akan kehilangan kendali terhadap masa depannya sendiri,'' kata Howard kepada radio Australia.

Dalam klaim tanggung jawabnya di internet, Jamaah Islamiyah memperingatkan akan ada serangan-serangan lain jika Australia tidak segera menarik pasukannya dari Irak.

''Australia telah lama menjadi sasaran teroris sebelum kita terlibat dalam perang Irak,'' kata Howard, sekutu dekat di AS.

Howard menegaskan kembali bahwa Australia tidak menerima informasi intelijen yang menyarankan agar Canberra menaikkan siaga keamanannya dari tingkat ''medium''. Namun dia mengatakan, badan-badan intelijen telah mengingatkan ada kemungkinan serangan lain di Jakarta.

Timbulkan Kecemasan

''Informasi yang mereka miliki mengindikasikan bahwa jumlah para operator cukup besar untuk menimbulkan kecemasan bahwa akan ada serangan lain,'' kata Howard kepada wartawan.

''Mereka tidak punya informasi yang spesifik berkaitan dengan serangan itu,'' katanya. Dia menambahkan komisi keamanan nasional akan bertemu Sabtu ini di Sydney.

Dia juga mengatakan pengamanan ditingkatkan di sekitar bandara-bandara utama Australia dan penerbangan dari Australia ke Indonesia. Howard berbicara kepada Presiden Indonesia Megawati Kamis (9/9) sore. PM Australia itu mengatakan mereka sepakat agar pasukan kepolisian kedua negara bekerja sama.(rtr-ben-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA