| Sabtu, 11 September 2004 | NASIONAL |
Manuela Dipindah ke Singapura
JAKARTA - Elisabeth Manuela Babina Muzu (5) korban termuda dalam peledakan bom di depan Kedubes Australia, kemarin dievakuasi dari RS MMC ke Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura. Menurut Kepala Departemen Pelayanan Medik Rumah Sakit dr Maria Teresia, Manuela dievakuasi atas perintah ayahnya yang seorang warga negara Italia. Menurut Maria, pemindahan tersebut kemungkinan karena untuk memudahkan ayahnya menjenguk. ''Mungkin terkait ayahnya yang orang asing. Mengingat orang asing agak susah prosesnya untuk masuk ke Indonesia,'' katanya. Maria menambahkan bahwa kini Manuela telah sadar setelah sebelumnya menjalani operasi. Maria menjamin kondisi Manuela sudah sangat memungkinkan untuk dipindahkan ke Singapura. Seperti diberitakan, saat kejadian Manuela sedang bersama ibunya Maria Eva Komalawati yang sedang mengurus sesuatu di Kedubes Australia. Maria meninggal seketika di tempat kejadian. Manuela berhasil dilarikan ke Rumah Sakit MMC. Bocah cilik itu koma akibat luka terkena serpihan kaca dan luka bakar di bagian tubuhnya, di kepala, perut, dan kaki. Dengan kepindahan ini, jumlah yang masih dirawat di MMC tinggal 18 orang. Dua orang anggota Brimob, yakni Wahyu dan Diky Maulana masih berada di ruang ICU karena terluka parah. Namun, kondisi mereka cukup stabil. Sementara itu, hingga kini masih 39 orang korban yang dirawat inap di beberapa Rumah Sakit di Jakarta akibat ledakan bom tersebut. Korban yang menjalani rawat jalan berjumlah 141 orang. Demikian dikatakan Kepala Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan Depkes, Dr Doti Indrasanto, pada konferensi pers di Media Center Kasus Bom Kedubes Australia di Wisma Tugu Jalan HR Rasuna Said Jakarta, kemarin. Menurut Doti, RS MMC adalah yang terbanyak menampung korban, yaitu 19 orang. Korban yang dirawat di RS lainnya, di Medistra (6), Gatot Soebroto (6), RSCM (5), RS Mata Aini (2), RSPAD (2), RSAL Mintohardjo (1), RS Jakarta (1), RS Harapan Kita (1), RS St Carolus (1), RS Mitra Internasional (1), dan RS Agung, Manggarai (1). Sembilan korban meninggal, enam yang berada di RSCM sudah dibawa keluarganya. Mereka adalah Anton Sujarwo, Suryadi, Mughofir, Rina Dewi, Maria Eva, dan Syaifuddin. Tiga jenazah lain-nya masih berada di RS Polri untuk dilakukan pemeriksaan forensik. Salah satu jenazah kemudian berhasil diidentifikasi adalah Suyatno. Suyatno adalah yang memboncengkan Rina dengan sepeda motor RX King. (F4-78r) | ||||