| Sabtu, 11 September 2004 | MURIA |
60% Mobil Hasilkan Polutan TerbanyakKUDUS - Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil uji petik emisi udara 2003, yang dilakukan oleh Tim Penanggulangan Pencemaran pada Dinas Lingkungan Hidup Pertambangan dan Energi (LHPE) Kudus, menunjukkan 60% mobil yang diteliti berpotensi menghasilkan polutan terbanyak. Dari jumlah tersebut, 80% mobil penghasil polutan terbanyak menggunakan bahan baku solar untuk mengerakkan mesinnya. Kasi Penanggulangan Pencemaran pada Dinas LHPE Kudus Wahyudi, mengemukakan hal itu kepada Suara Merdeka, ketika diadakan uji petik emisi 2004 yang dilakukan di sekitar Alun-alun Simpangtujuh, kemarin. Lebih lanjut ia mengatakan, dari sampel data yang diambil pada 2003 sebanyak 120 mobil dan 120 motor yang diuji, 60% mobil dan 50% motor merupakan penghasil polutan terbanyak. "Sebenarnya bukan masalah bahan bakar saja yang menjadi pokok persoalan, tetapi juga bagaimana merawat mesin kendaraan tersebut agar seminimal mungkin menghasilkan polutan," tandasnya. Batas normal yang ditetapkan pemerintah sesuai dengan Kepmen LH No 35/MENLH/10/ 1993, tentang Baku Mutu untuk Kendaraan, yaitu kategoti I mobil ber-BBM bensin (Co = 4,50%, HC 1.200 ppm), kategori II sepeda motor 4 tak (CO = 4,50%, HC 2.400 ppm), kategori III sepeda motor 2 tak (Co = 4,50%, HC 3.000 ppm), dan Kategori IV mobil solar harus mempunyai opasitas (ketebalan asap) maksimal 25%. Hasil sementara pada pengambilan sampel uji emisi yang dilakukan kemarin, kendaraan (mobil/motor) berbahan baku bensin 90% diantaranya sudah memenuhi standar yang ditetapkan. Untuk kendaraan berbahan baku solar, jumlah kendaraan yang memenuhi standar baku mutu lingkungan mencapai 50%.< |