| Sabtu, 11 September 2004 | MURIA |
Sulit Penuhi Kekurangan Guru SD di BloraBLORA - Kekurangan guru di Blora, utamanya untuk tingkat SD, tampaknya sulit untuk bisa terpenuhi. Pasalnya, antara jumlah guru yang pensiun dibandingkan dengan pengadaan setiap tahunnya sangat tidak sebanding. Kepala Bagian Kepegawaian Setda Blora, Pramono SH mengungkapkan, dari 2001 - 2004 perkiraan jumlah guru di Blora yang pensiun mencapai 2.400 orang. Sementara itu, pengisian formasi guru setiap tahunnya diperkirakan tidak lebih dari 100 orang. "Mengenai minimnya pengisian formasi ini karena berhubungan langsung dengan anggaran yang tersedia. Pengangkatan pegawai baru sudah tentu harus diikuti dengan penyediaan dana, dalam hal ini APBD,"jelasnya, kemarin. Sebagaimana diketahui, Kasubdin Ketenagaan Dinas Pendidikan Nasional (Disdiknas) Blora Drs Sumarsono menjelaskan, hingga saat ini Blora masih kekurangan guru SD yang jumlahnya mencapai 1.000. Kekurangan guru itu sebagian besar di sekolah-sekolah yang berada di pelosok. Menurutnya, untuk mengisi kekurangan guru tersebut tidak mungkin dengan cara pengadaan atau pengangkatan PNS, karena menyangkut pendanaan untuk penggajian yang disesuaikan dengan keuangan Pemkab. Karena itu, untuk sementara formasinya diisi oleh guru bantu atau guru kontrak. Penutupan SD Sementara itu, menyusul adanya rencana penutupan 10 SD di Blora karena jumlah muridnya minim, sehingga dimungkinkan para tenaga pengajarnya bisa mengisi lowongan kekurangan guru, menurut Pramono jumlahnya jelas tidak memadai jika dibangingkan dengan kekurangan guru yang ada. "Ya, paling-paling jumlah guru di 10 SD itu berapa, sehingga tidak memungkinkan untuk menutup kekurangan guru," terangnya. Apakah untuk 2004 ini ada rencana pengadaan formasi CPNS guru? Dikemukakan ada, hanya saja waktunya kapan sampai saat ini belum bisa diketahui. Kalau mengacu pengalaman tahun |