| Sabtu, 11 September 2004 | MURIA |
Pengamanan Warga Asing DitingkatkanJEPARA - Pengamanan terhadap warga asing di Kota Ukir Jepara, sudah dilakukan secara rutin. "Memang, pada saat ada kejadian khusus seperti ledakan bom di Jakarta, Kamis lalu, pengamanan lebih ditingkatkan," kata Kapolres Jepara AKBP Drs Fakhrizal di sela-sela koordinasi dengan para perwira Polres, untuk menyambut kunjungan Kapolda Jateng, kemarin. Menurut Kapolres, pengamanan terhadap warga asing dan perusahaan milik warga asing dilakukan secara tertutup, sehingga tidak mencolok dan menarik perhatian warga setempat. "Untuk di Jepara, ada sebelas titik yang harus diamankan secara khusus," papar Fakhrizal. Tempat itu antara lain hotel-hotel, kafe atau tempat hiburan yang biasa disinggahi warga asing. Untuk pengamanan perusahaan, koordinasi dengan petugas satuan pengamanan perusahaan. Kasat Intelkam Polres AKP Djoko Septiono menambahkan, warga asing yang tinggal di Jepara sekitar 150 orang. Sebanyak 80 diantaranya pemegang kartu izin tinggal tetap. Sebagian warga asing di Jepara bergerak dalam bisnis mebel ukir. "Warga asing di Jepara tidak terusik, dan tetap menjalani aktivitas seperti biasanya," ucap Kapolres. Berdasarkan kejadian serupa sebelumnya, saat terjadi bom Bali (2002) dan bom Hotel Mariot Jakarta (2003), tidak mengganggu keberadaan warga asing. Kapolres mengatakan, pengamanan dilakukan terhadap semua warga asing, bukan hanya yang berasal dari |