| Sabtu, 11 September 2004 | MURIA |
Lima Kecamatan Rawan KonflikREMBANG - Menjelang pemilu presiden dan wakil presiden (pilpres) putaran kedua 20 September mendatang, Panwas Pemilu Kabupaten Rembang melakukan persiapan khusus. Salah satunya dengan membuat peta daerah-daerah yang diwaspadai rawan konflik. Daerah yang dianggap rawan konflik meliputi lima kecamatan, yaitu Sarang, Kragan, Lasem, Gunem, dan Sumber. Ketua Panwas Agus Soetomo BA mengatakan, alasan memetakan daerah rawan konflik agar kejadian pemilu tahun-tahun sebelumnya tidak perlu terulang. Dia mencontohkan kejadian pada saat kampanye lalu di Kecamatan Sarang, terjadi bentrok antara kalangan NU yang mendukung partai masing-masing, yakni PKB dan PPP. "Kejadian semacam inilah yang ingin kami cegah agar tidak terulang," tandas dia, kemarin. Agus mengungkapkan, berdasarkan pengamatan beberapa anggotanya, ada dua daerah yang dianggap rawan konflik, yakni Kecamatan Sarang dan Kecamatan Kragan. Selain itu, suhu politik kedua kecamatan itu bersumbu pendek, persoalan kecil bisa meledak menjadi besar. Sebab, kedua kecamatan tersebut merupakan daerah perbatasan Jateng dan Jatim sehingga tipikal masyarakatnya keras. Untuk itu, dia meminta panwas seluruh kecamatan agar lebih jeli menyikapi permasalahan di daerahnya. Bila ada terjadi bentrokan antarpendukung dan penyebabnya adalah karena mencari dukungan maka panwas kecamatan agar segera melapor ke Panwas Kabupaten. Sebab, tindakan mencari dukungan sebelum masa kampanye dianggap telah mencuri start. Ketat Agus mengatakan, pendeknya masa kampanye pada pilpres putaran kedua membuat Panwas Kabupaten bekerja ekstraketat. Disinyalir, lanjut dia, karena masa kampanye hanya tiga hari sehingga mereka akan mencari dukungan sebelum masa kampanye mulai. "Justru di luar jadwal kampanye itu yang sering disebut pelanggaran pemilu, sehingga kami terus memantau setiap kegiatan masyarakat yang dianggap menggalang massa," tegas dia. Misalnya, jika ada pengajian atau kegiatan lain yang melibatkan orang banyak, panwas kecamatan akan datang ke tempat itu. Hal ini dilakukan bukan untuk mencari permasalahan, namun hanya sekadar menunaikan kewajiban sebagai seorang panitia pengawas. Biasanya, ujar Agus, kalau sudah melibatkan orang banyak, untuk mencari dukungan akan mudah dan hal seperti itu yang perlu diwaspadai oleh anggota panwas. Mantan wartawan salah satu media di Yogyakarta ini menekankan, dalam waktu dekat ini menurut rencana Presiden Megawati Soekarnoputri akan datang ke Kabupaten Rembang. Dengan kedatangan Megawati ke darah penghasil garam itu, pihaknya juga akan melakukan pen |