logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 11 September 2004 KEDU & DIY
Line

Karena Bom, Menkop Batal Resmikan 151 Kios

KEBUMEN - Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Alimarwan Hanan, kemarin batal meresmikan pembangunan 151 kios pasar tradisional di Karanganyar, Kebumen.

Menurut Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Ir Masjafar Dasur yang mewakili menteri, sedianya Menkop akan datang sendiri ke Kebumen. Namun, tiba-tiba terjadi pengeboman di depan Kedubes Australia di Jakarta, dan salah satu kantor koperasi di Kuningan terkena imbasnya.

''Semua kaca di Gedung Koperasi pecah. Padahal jaraknya hampir 20 meter di seberang jalan,'' jelas Masjafar saat berada di Pasar Karanganyar, kemarin.

Menurut dia, Kamis lalu kebetulan Menkop UKM tidak ngantor. Dia sendiri lalu melapor ke rumah bahwa kantor terkena imbas bom, namun Jumat ini ada acara di Kebumen. ''Semula Pak Menteri mau hadir, namun akhirnya diputuskan saya yang diminta mewakili,'' katanya.

Dalam sambutan tertulisnya, Menkop UKM menyatakan, pembangunan kios pasar itu merupakan program Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2003 melalui Program Dana Bergulir Pengembangan Pasar Tradisional. Adapun jumlah dana yang dialokasikan untuk pembangunan kios pasar di Kabupaten Kebumen Rp 2,5 miliar.

Menkop mengingatkan, pengelolaan pasar tradisional harus senantiasa dijaga fungsi dan keberadaannya, yaitu tetap mengacu pada hakikat dasarnya. Keberadaan pasar tetap dipertahankan sebagai sarana mempermudah dan mempercepat transaksi antara produsen dan konsumen.

Spekulasi

Dia mengakui, tidak jarang pasar dibangun lebih banyak diwarnai unsur spekulasi guna memenuhi kepentingan sekelompok orang, sehingga harga kios relatif mahal dan hanya untuk masyarakat tertentu saja.

Sebagai menteri yang membidangi koperasi dan UKM, pihaknya berharap keberadaan kios di pasar itu berperan sebagai sarana menggerakkan aktivitas UKM di daerah. Baik UKM pedagang maupun sebagai outlet pemasaran produk-produk mereka.

Bupati Kebumen Dra Hj Rustriningsih MSi menyatakan, pembangunan sejumlah kios itu dalam upaya meningkatkan aktivitas ekonomi di daerahnya, terutama mendorong UKM dan koperasi.

Adapun 151 kios yang dibangun itu terletak di 7 pasar. Selengkapnya yakni di Pasar Karanganyar ada 39 kios, di Pasar Giwangretno Sruweng 20 kios, di Pasar Kutowinangun 41 kios, di Pasar Prembun 14 kios, di Pasar Jatisari Kebumen 9 kios, di Pasar Tumenggungan 14 kios, dan di Pasar Kuwarasan 14 kios. (B3-85b)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA