| Sabtu, 11 September 2004 | KEDU & DIY |
Warga Kaliurang Minta Konsolidasi DamBOROBUDUR - Masyarakat Kaliurang mengharapkan pemerintah membuatkan konsolidasi dam yang bisa difungsikan sebagai jembatan, yang melintas di atas Kali Bebeng. Dengan itu mereka tidak terisolir dari desa-desa lain di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. ''Kami sudah sangat lama mendambakan bangunan itu,'' kata Kades Kaliurang Suharno SSos, kemarin. Ditemui seusai penutupan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) di Kaliurang, dia menggambarkan, naik sepeda motor dari Kaliurang ke Kantor Kecamatan Srumbung menyeberang Kali Bebeng pada musim kemarau, hanya perlu waktu 10 menit. ''Tetapi, jika musim penghujan harus memutar melalui lewat Balerante, Sleman, memerlukan waktu 30 menit. Sementara itu jalan antara Balerante,Tempel, dan Sleman, beraspal hotmix,'' tuturnya. Karena prasarana jalan di daerah Sleman lebih bagus, hasil bumi Kaliurang lebih banyak dijual ke Pasar Tempel, dan membelanjakan uangnya ke wilayah DIY. ''Kontribusi warga Kaliurang ke Pasar Tempel bisa mencapai 30%,'' ujarnya. Apa lagi secara geografis letak desa itu lebih dekat ke Sleman. Desa seluas hampir 300 hektare dan dihuni sekitar 2.500 jiwa itu, merupakan salah satu desa penghasil Salak Nglumut. Konsolidasi dam yang diperlukan sepanjang kira-kira 250 meter, selebar Kali Bebeng. Untuk membangun jembatan tersebut diperlukan biaya sekitar Rp 500 juta. Dana sebanyak itu bisa dipakai untuk meninggikan bangunan dam yang sudah ada. Konsolidasi dam yang diharapkan seperti yang sudah dibangun di atas aliran Kali Krasak Kecil, menghubungkan Desa Nglumut, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, dengan Desa Merdikarejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman. Konsolidasi dam tersebut bisa dilewati kendaraan roda empat. Di bagian badan dam diberi lubang-lubang dalam jumlah cukup dan diameter terukur, disesuaikan dengan volume air (maksimal) yang mengalirinya ketika terjadi banjir. Kegiatan TMMD di Kaliurang diwujudkan dalam bentuk pengaspalan jalan desa, yang menghubungkan desa itu dengan Desa Nglumut. Jalan sepanjang 1 km itu berada di Dusun Jrakah dan berlanjut sampai ke Dusun Cepagan. Sumber dana berasal dari APBD I Jateng dan APBD II Kabupaten Magelang Rp 77,5 juta. Kegiatan itu merangsang hasrat masyarakat untuk mengadakan perbaikan jalan desa antara Dusun Jrakah dan Dusun Kaliurang Utara sepanjang 1.159 meter, yang dilaksanakan dengan dana swadaya masyarakat murni Rp 68,5 juta. ''Sehingga anggaran yang digunakan untuk peningkatan dan perbaikan jalan sepanjang 2.159 meter itu Rp 146 juta. Jalan antara Jrakah dan Kaliurang Utara merupakan jalur evakuasi (pengungsian) penduduk, apabila sewaktu-waktu terjadi bencana alam Gunung Merapi,'' tutur kades Kaliurang. (pr-85b) |