WONOGIRI- Museum Wayang Indonesia (MWI) di Wonogiri, Selasa malam (7/9), menerima sumbangan dua wayang kuno dari Dalang Ki Marsono Guno Atmodjo, asal Desa Ngulutengah Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri. Sumbangan itu diserahkan kepada Bupati Wonogiri H Begug Poernomosidi SH.
Wayang kuno pertama, yaitu wayang Kumbakarno buatan tahun 1829. Wayang tersebut dulu merupakan koleksi wayang kakek buyut Ki Marsono, yakni Kiai Dalang Sonoredjo. Wayang kedua, wayang Gatutkaca buatan tahun 1878. Wayang itu dulu koleksi milik Kiai Dalang Gunoredjo yang juga ayah Ki Dalang Marsono. ''Semoga dapat diterima untuk ikut melengkapi isi museum,'' kata Dalang Ki Marsono.
Acara penyerahan wayang kuno itu berlangsung bersamaan dengan upacara pembukaan MWI yang menempati rumah joglo Padepokan Pak Bei Tani di Ibu Kota Kecamatan Wuryantoro (sekitar 20 kilometer barat daya Kota Wonogiri). Upacara pembukaan MWI dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon "Sri Mulih" yang dibawakan oleh delapan dalang, salah satunya Ki Begug Poernomosidi SH, Bupati Wonogiri. Dia membawakan adegan gecul (jenaka) Limbuk-Cangik.
Seperti pernah diberitakan (SM, 7/9), MWI yang diresmikan Presiden RI Megawati Soekarnoputri ini juga telah menerima sumbangan lukisan wayang terkecil di dunia, karya Ki Djoko Sutedjo dari Semarang, lengkap bersama sertifikat pengukuhan rekor dari Muri. Kecuali itu, disimpan pula aneka wayang kuno lain, seperti wayang tokoh Hudawa buatan tahun 1714 sumbangan dari Dalang RMT Ki Lilik Guna Hanata Diprana yang merupakan keturunan ke-21 generasi dalang sejati. Juga wayang Semar buatan tahun 1716 koleksi Bupati Wonogiri H Begug Poernomosidi SH.
''MWI menyatakan terbuka menerima sumbangan aneka wayang dari siapa pun demi menambah kelengkapan isi museum,'' tambah panitia MWI Drs Pranoto MM. (P27-20i)