| Senin, 06 September 2004 | SALA |
Tersinggung Diminta Minggir Delapan Pemuda Rusak MobilKLATEN--Sekitar delapan pemuda tak dikenal melakukan perusakan mobil dan rumah milik Indriyanto (25), warga Perumahan Griya Prima, Klaten Utara, Minggu (5/9) pukul 02.15. Diduga, pemicu perusakan itu adalah karena pelaku merasa tersinggung dengan cara korban meminta mereka meminggirkan sepeda motor. Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, pada pukul 02.15 Indriyanto mengendarai mobil Toyota Great Corolla 1995. Dia dalam perjalanan pulang dari Karangwuni, Kecamatan Ceper, ke Griya Prima. Sekitar 100 meter sebelum dia sampai rumah, ada delapan orang pemuda tak dikenal sedang makan dan minum di warung koboi. Para pemuda itu memarkir sepeda motornya agak ke tengah jalan menuju rumah korban. Karenanya, korban memberi isyarat dengan sorot lampu agar sepeda motor yang menghalangi jalan itu digeser sedikit. Tampaknya, isyarat itu ditangkap, sehingga pemuda-pemuda tersebut segera menggeser kendaraan mereka. Setelah jalanan lega, korban lewat di depan warung tempat ''ngoboi''. Tanpa merasa ada yang aneh, dia segera memarkir mobilnya di depan rumah. Setelah memastikan mobilnya terkunci dengan baik, korban masuk ke dalam rumah. Tak lama kemudian, rombongan pemuda yang baru saja nongkrong di warung koboi tersebut mendekati rumah korban. Tanpa banyak tanya, mereka mengamuk, seolah jengkel kepada korban. Bodi mobil yang diparkir di depan rumah digores dengan paku besi, kemudian keempat bannya dikempiskan. Setelah itu, pelaku merusak kunci rumah dan memecah kaca nako. Sambil melakukan perusakan, para pelaku berteriak-teriak meminta pemilik rumah keluar. Tapi, korban yang ketakutan, tetap berada di dalam rumah; dia membiarkan pelaku merusak barang miliknya. Karena pemilik rumah tak juga keluar, pelaku kemudian meninggalkan rumah korban. Kejadian itu segera dilaporkan ke Polsek Ketandan. Beberapa petugas mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan. Dari tempat kejadian, polisi menemukan barang bukti berupa pecahan kaca nako, bekas congkelan kunci pintu, dan pecahan botol minuman anggur merah. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian Rp 8 juta. Menurut Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Klaten, Ipda AB Amanto, untuk semetara polisi menduga penyebab perusakan karena pelaku tersinggung dengan cara korban menyuruh mereka meminggirkan motornya. Tapi, kemungkinan ada sebab lain.(F5-85a) |