| Senin, 06 September 2004 | SALA |
Warga Kedungombo Kekurangan Air Bersih
BOYOLALI - Warga Kedungombo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, mengeluhkan ketersediaan air bersih. Sejak genangan waduk menyusut, mereka semakin kesulitan mendapatkan air bersih. Karena itu mereka berharap pemerintah segera memberikan bantuan air bersih melalui mobil tangki sebagaimana dilakukan pada musim kemarau sebelumnya. Camat Kemusu Agus Purmanto SH saat ditemui belum lama ini mengatakan, warga Kedungombo memang mulai kekurangan air bersih. Sebab air rembesan dari waduk mulai berkurang. Karena itu mereka pun mengharapkan ada pengedropan air. ''Secara formal mereka belum mengajukan permohonan. Namun saya kira mereka sudah membutuhkan,'' katanya. Ketinggian genangan waduk, lanjut Agus sebenarnya masih cukup tinggi. Elevasi atau ketinggian genangan dari permukaan laut berkisar 80 meter. Warga juga banyak yang memanfaatkan air resapan waduk. Namun karena tidak ada hujan, air resapan pun mulai berkurang sehingga harus dihemat. Segera Dibantu Berdasarkan data sebelumnya, sedikitnya 33 desa dalam 5 kecamatan, termasuk Kemusu, dikategorikan rawan kekeringan. Meski tanpa permohonan, setiap musim kemarau pemerintah pasti memberi bantuan air. Bantuan tersebut melalui mobil tangki agar langsung diterima masyarakat. Kabag Sosial Drs Mulyono saat dimintai konfirmasi mengatakan, pengedropan air bersih ke daerah yang rawan kekeringan akan dimulai pekan ini. Namun prioritas utama akan diberikan ke berbagai desa Kecamatan Musuk. Sebab sebagian warga di daerah tersebut sudah membeli air bersih. Menyinggung pemanfaatan sabuk hijau pada musim kemarau, Agus mengatakan, warga sebagian menggunakannya untuk menanam padi dan palawija. Lahan ini cukup subur. Hasil produksinya juga menjanjikan. Sebenarnya sabuk hijau tidak boleh digunakan untuk lahan pertanian. Sebab hal itu akan mendatangkan lumpur sehingga memperpendek usia waduk. ''Namun kenyataannya setiap musim kemarau lahan itu dimanfaatkan untuk pertanian,'' kata dia. (shj-20i) |