| Senin, 06 September 2004 | SALA |
Nama Ayah Jadi Guyonan, Pelajar DianiayaSOLO - Jangan sembarang menyebut-nyebut nama orang tua teman, kalau tak ingin mengalami nasib seperti Dwi Adi Prasetyo (15) warga Jajar, Laweyan. Hanya gara-gara memanggil nama ayah temannya, dia menjadi korban penganiayaan. Pelakunya tak lain yaitu temannya, sebut saja Bima (16), bukan nama sebenarnya, warga Sukoharjo. Korban dicegat pelaku di Jl Supeno, tepatnya di depan Kolam Renang Tirtomoyo, Manahan, Solo, Minggu dini hari kemarin. Begitu bertemu dengan Dwi, tersangka yang masih bersatus pelajar langsung menganiaya korban. "Ada dugaan tersangka dendam," papar Komandan Jaga Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polresta Ipda Dwi Haryadi yang menerima laporan itu, kemarin. Dendam pelaku itu, sebagaimana diungkapkan korban saat melaporkan perkaranya ke Polresta l Adi Sucipto Solo, sebenarnya dipicu masalah sepele. Beberapa waktu lalu, Dwi yang juga seorang pelajar memanggil-manggil temannya itu dengan nama panggilan ayah pelaku. Hal tersebut dilakukan sepulang sekolah. "Maksud saya hanya guyon, tapi ternyata itu ditanggapi lain. Saya baru mengetahui masalah tersebut yang membuat dia marah ketika bertemu pada malam itu," kata korban kepada polisi.(san-17e) |