| Senin, 06 September 2004 | SALA |
Steven Berlaga di ParalympicSEKILAS tidak ada yang lain dari remaja bertubuh atletis itu. Steven Sualang, remaja kelahiran Manado, 4 Mei 1982, tampak seperti teman sebayanya. Namun saat dia berjalan memang ada yang tidak biasa pada dirinya. "Kaki kanan saya terkena polio sejak usia lima tahun. Namun itu tak menghalangi saya untuk bisa berprestasi," kata dia di salah satu ruangan kompleks Rehabilitasi Centrum (RC) Prof Dr Soeharso, Jebres, Solo, kemarin. Gaya bicaranya santai dan ceplas-ceplos. Meski dikaruniai tubuh yang tidak sempurna, dia memiliki kemampuan yang tak remeh. Buktinya, dia akan mewakili Indonesia dalam nomor renang Paralympic (olimpiade olahraga bagi penyandang cacat) di Athena pada 17 September mendatang. "Saya berangkat 13 September dan menjadi satu-satunya wakil Indonesia untuk nomor renang," katanya bangga. Menghadapi event monumental itu, setiap hari dia harus berlatih renang dengan jarak tempuh 10 km. Setiap pagi dan sore, anggota klub Tirta Darma ini dididik dua pelatihnya, Dimin dan Joni. "Saya tidak mempunyai target prestasi apa pun. Bisa maju ke sana saja sudah cukup senang. Namun kalau nanti menang, tentu saya sangat senang. Dan, itu harapan saya," kata pelatih renang siswa RC Prof Soeharso ini. Emas Paragames Terpilihnya putra ketiga pasangan Nicholas Sualang dan Mieke Sepang ke event dunia tersebut sudah diduga sebelumnya. Menurut Erna, salah seorang staf pengajar di RC Prof Dr Soeharso, Steven pernah mencatat prestasi renang di beberapa event olahraga luar negeri. "Dia pernah memperoleh tiga medali emas, yaitu pada nomor 50 m, 100 m, dan 200 m gaya punggung di event Paragames di Vietnam pada Desember 2003. Tahun sebelumnya, dia juga berhasil memperoleh medali perak pada nomor 100 m gaya punggung dalam Fespic Game di Korea." Tak terhitung berapa prestasi nasional yang pernah dia terima. Bila dilihat latar belakang keluarganya, dia memang pantas berprestasi. Ayahnya merupakan pengelola kolam renang di Manado, sekaligus pelatih pribadinya. Kedua kakaknya, Susan dan Syane juga atlet renang. Karena itu Steve kecil tak pernah lepas dari dunia renang.saya." Namun dari seluruh prestasi yang dia peroleh tersebut, ada satu event yang paling berkesan. Dia terpilih mewakili Provinsi Sulawesi Utara pada PON 2000 di Surabaya. "Meski tidak mendapat medali apa pun, saya cukup puas dan sangat berkesan. Sebab, setidaknya saya bisa disejajarkan dengan teman lain yang tidak memiliki kekurangan seperti saya ini." Dia memang patut berbangga. Apalagi, bukan hanya pengalaman yang dia peroleh setelah berlaga di beberapa event internasional. Sebab dari bonus yang diperoleh atas prestasinya itu, dia pun berhasil membeli sebuah rumah yang cukup layak. (Anie R Rosyidah-17i) |