logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 September 2004 SALA
Line

Gadis Bisu Diculik Sekelompok Pemuda

BANJARSARI-Gadis yang biasa tidur di gerbong kereta barang, Sabtu (4/9) pagi diculik kawanan pemuda di seputar Stasiun Balapan Solo. Sekelompok lelaki yang diduga mabuk itu, sebelum menculik Evi Rahmawati (16), terlebih dahulu menganiaya dua teman korban. Penganiayaan terjadi sewaktu Feri Napitupulu (40) dan Suhadi (26) berusaha mencegah aksi penculikan yang diduga dilakukan Uun (24) bersama sembilan temannya.

Beberapa saksi menjelaskan, aksi penculikan tidak diketahui persis waktunya. Namun di antara saksi sempat melihat sekelompok pemuda masuk di Stasiun Balapan, lalu menuju gerbong kereta barang yang biasa digunakan untuk istirahat para gelandangan maupun perantau yang tidak punya tempat tinggal di Solo.

Kedatangan kawanan penculik itu, semula tidak begitu mengundang perhatian. Apalagi kejadiannya berlangsung pagi hari. "Meski sempat ada perlawanan dari Feri dan Suhadi, segerompolan penculik lolos dari kejaran warga sekitar Stasiun Balapan," papar Yudi Suprayitno (20).

Kejadian itu, tentu membuat Priyono Martono (47), ayah Evi cemas. Mengetahui anaknya diculik, dia bersama sejumlah saksi berusaha mencari. Kejadian itu pun akhirnya diketahui petugas.

Untuk mengetahui kemana Evi Rahmawati dibawa, pelacakan dilakukan di sejumlah lokasi, termasuk di perkampungan Sambeng, yang disinyalir digunakan untuk menyembunyikan korban.

Kabar adanya penculikan begitu cepat didengar warga Kampung Sambeng. Namun sejak kabar itu beredar, Uun yang diduga terlibat kasus tersebut tidak terlihat di kampungnya.

Beberapa jam setelah terjadi penculikan, Evi Rahmawati dapat diselamatkan sejumlah orang, tidak jauh dari Stasiun Balapan. Belum diketahui, apa yang dialami korban setelah diculik.

Menurut Kapolsekta Banjarsari, AKP Bambang Susilo SH, kasus itu masih diselidiki secara intensif. "Hanya, kami masih kesulitan untuk mengungkap peristiwa itu sehubungan korban tidak bisa berbicara (bisu-red)."

Guna pengusutan lebih lanjut, kata dia, sejumlah saksi dan korban penganiayaan akan dimintai keterangan. Berdasar penjelasan Bambang Susilo, tidak ada indikasi korban sehabis diculik lalu diperkosa.

Orang pertama di jajaran Polsekta Banjarsari itu mengaku belum dapat menangkap para pelaku. "Meski ada yang telah terindikasi, keberadaan mereka belum diketahui," tandas dia. (G11,san-17a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA