logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 September 2004 SALA
Line

Gusti Behi Saksikan Latihan Penari

  • Menjelang Penobatan Raja

KERATON SURAKARTA-Calon pengganti SISKS Paku Buwono XIII, KGPH Hangabehi, Sabtu malam menunggui latihan tari sakral Bedaya Ketawang, di Pendapa Sasana Sewaka, kompleks Keraton.

Latihan tari itu sudah berlangsung untuk hari ketiga; sejak Rabu malam, Jumat malam, dan malam Minggu. Tari tersebut pasti dimainkan saat penobatan SISKS Paku Buwono XIII, 10-11 September 2004.

"Sudah tiga malam ini, Gusti Behi menunggui latihan. Selain untuk menyaksikan persiapan di bidang iringan pakurmatan itu, cara-cara tersebut juga bisa menyatukan rasa dalam suasana batinnya, ketika mendengar gending-gending iringan dan gerakannya," tutur GRAy Koes Moertiyah, penanggung jawab sajian tari untuk upacara itu.

Disebutkan, menikmati tari Bedaya Ketawang dengan durasi 90 menit itu, apabila disertai dengan sikap batin yang siap atau hening, akan bisa merasakan sentuhan magis yang ditimbulkan sajian tersebut.

Yakni, bila mendengar unsur ketukan gamelan kemanak dan kethuk-nya; juga ketika membarengi hal itu dengan konsentrasi melihat setiap gerakan sembilan penarinya.

Suasana seperti itulah, mungkin yang hendak dicapai Gusti Behi, sebagai salah satu persiapan batin menghadapi upacara penetapan sebagai Pangeran Adipati Anom, Jumat pukul 08.00; diteruskan dengan jumenengan nata di Sitinggil Lor pukul 09.00. Setelah diselingi shalat jumat, Gusti Behi akan siniwaka di Pendapa Sasana Sewaka dalam pisowanan ageng, dengan sajian tunggal Bedaya Ketawang.

"Latihannya akan dilakukan sampai 9 September. Setiap kali latihan, sudah lengkap dengan sesaji. Saat geladi resik nanti, busana penarinya sudah lengkap, seperti saat penyajian nanti," tambah putri dalem yang akrab disapa Gusti Moeng itu.

Kerja Bakti

Selama latihan berlangsung mulai pukul 20.30 itu, Gusti Behi duduk lesehan bersandar di salah satu tiang penyangga pendapa. Sementara itu Gusti Mung dan GK Ratu Galuh Kencana, ikut memperkuat vokal swarawati (penembang), dan BKPH Prabuwinoto menuntun sajian gending Kemanak dengan pukulan kendangnya.

Selain latihan tari, berbagai kegiatan dalam rangka upacara penobatan juga dilakukan.

Misalnya, Minggu pagi kemarin berlangsung kerja bakti dan pengobatan massal di dua tempat.

Kerja bakti berlangsung di lingkungan Baluwarti; sementara itu pengobatan massal medis secara gratis dilayani di Klinik Kesehatan Keraton, dan diikuti 200 warga, dengan tim dokter dan paramedis yang dipimpin dr Titik Kadarsih.

"Untuk pengobatan massal alternatif yang kami layani di sini (Pendapa Pagelaran-Red), pendaftarnya sampai 250 orang. Sebenarnya hanya 200, tetapi kami beri kelonggaran untuk 50 orang; karena animonya besar sekali. Semuanya gratis," tutur ML Sastra Purnama, penanggung jawab pengobatan massal alternatif, yang ditemui di Pageralan Sasana Sumewa. (won-17a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA