logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 September 2004 PEMILU 2004
Line

PKS Yakin SBY Tak Akan Berkhianat

MALANG- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengancam tidak akan membiarkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono -Jusuf Kalla (SBY-JK) berjalan aman dan lancar, jika mengkhianati salah satu butir nota kesepakatan yang telah ditandatangani. Bahkan, kata Bendahara Umum DPP PKS Luthfi Hasan Ishaq, partainya akan menggoyang pemerintahan SBY-JK dengan segala cara baik melalui parlemen, ekstraparlemen, maupun dari kabinet.

Meski PKS punya jurus simpanan, diharapkan SBY-JK mematuhi nota kesepakatan yang telah dibangun sehingga tidak ada goyangan dalam pemerintahan mendatang. "Tapi saya yakin tak ada pengkhianatan dalam nota koalisi ini," katanya.

Saat memberikan keterangan pers usai menggelar temu kader dan konsolidasi untuk pemenangan SBY-JK di Gedung Kartini Kota Malang, baru-baru ini, Luthfi Hasan mengungkapkan, koalisi dengan SBY-JK tidak bertentangan dari ideologi PKS karena koalisi memang tidak pada tataran ideologi. Koalisi lebih pada koalisi teknis dan operasional.

Dia mengatakan, DPP PKS tidak akan memberikan sanksi apa pun kepada pengurus daerah yang tidak mematuhi instruksi pengurus pusat. Sebab, PKS lebih mengutamakan kehidupan demokrasi.

Luthfi Hasan Ishaq menegaskan, partainya berjanji akan all out mendukung Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla. "Tidak perlu khawatir kalau kita nanti ditinggalkan atau tak dipedulikan lagi. Sebab, kita punya senjata simpanan yang bisa merepotkan mereka," kata Luthfi.

Dalam kesempatan itu dia juga membeberkan beberapa peristiwa yang terjadi sebelumnya, seperti pada zaman pemerintahan Soeharto, Habibie, hingga KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). "Karena itu, kami akan merepotkan mereka (SBY-JK) jika melanggar komitmen," kata dia.

Sementara itu, Minggu (5/9), SBY menghadiri Majelis Zikir Az-Zikra pimpinan Ustad Muhammad Arifin Ilham. Acara bulanan yang digelar di Masjid Al-Amru bit-Taqwa, dekat rumah tinggal Ustad Arifin itu, tampaknya dijadikan forum yang sangat strategis untuk menggalang dukungan. Sebab, kegiatan zikir selalu dihadiri puluhan ribu orang. Akibatnya sejak pukul 08.00 - 12.00 jalan antara Depok dan Sawangan, macet.

Kemarin, SBY juga membuka gerak jalan yang digelar Persatuan Purnawirawan ABRI (Pepabri) di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Dia menyempatkan pula ke Singapura untuk menengok Nurcholish Madjid (Cak Nur) yang kini masih dirawat di salah satu RS di sana.

Mega-Hasyim

Sekalipun Presiden Megawati batal hadir dalam reuni akbar ke-3 Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) di aula Al Muktamar, pengasuh Pondok Lirboyo KH Idris Marzuqi tetap menyatakan dukungannya kepada pasangan Megawati-Hasyim Muzadi.

Dalam acara tersebut Megawati diwakili Menteri Agama Said Aqil Al Munawwar. Adapun Hasyim Muzadi hadir di tengah-tengah ribuan alumnus Lirboyo. Dia memastikan, dirinya dan Mega tidak mengumumkan kabinet bayangan. Sebab dikhawatirkan menimbulkan hal yang kurang baik, misalnya ketersinggungan bagi orang yang merasa lebih cocok terhadap jabatan tersebut.

Megawati-Hasyim mengunjungi Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya dan bertemu Abah Anom. Keduanya datang ke ponpes yang dikenal sebagai tempat penyembuhan pecandu narkoba itu dalam waktu yang berbeda.

Di Jakarta, seorang tukang becak, Agus Maulana (30), rela mengayuh dari Surabaya ke Jakarta hanya untuk menyampaikan mandat dari sekitar 1.000 rekan seprofesinya dalam rangka mendukung pasangan Megawati-Hasyim Muzadi.

Dalam mandat itu mereka minta pasangan tersebut terus memperhatikan nasib rakyat kecil jika terpilih menjadi presiden dan wakil presiden. (jo,A20,nas, dtc-83,87t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA