| Senin, 06 September 2004 | MURIA |
Distributor Nakal Sebabkan Harga Naik
KUDUS- Kenaikan harga pupuk pada musim tanam diduga akibat permainan distributor nakal. Demikian diungkapkan oleh Ketua Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) Kecamatan Undaan Kaspono, kemarin. Dia menyatakan, meningkatnya harga pupuk tentu akan menambah biaya produksi petani. Di Kecamatan Undaan saja, terdapat area sawah seluas 6.000 ha. Pada musim tanam (MT) II, setiap hektare sawah butuh urea dan SP36 masing-masing dua kuintal, sedangkan KCL satu kuintal. Adapun pada MT I dibutuhkan urea dan SP36 masing-masing 1,5 kuintal, sedangkan KCL 1,5 kuintal per hektare. ''Kenaikan harga pupuk karena permainan distributor nakal,'' katanya. Karena itu dia mengharapkan pihak yang berwenang dapat menertibkan distributor tersebut agar harga kembali stabil. Kusno (45) petani asal Desa Undaan Tengah RT 2 RW 1 Kecamatan Undaan menyebutkan, harga pupuk urea yang semestinya Rp 1.050/kg, pada musim tanam menjadi Rp 1.150/kg. ''Bahkan pernah mencapai Rp 1.270/ kg,'' ungkapnya. Hal tersebut juga diakui oleh Kepala Desa Undaan Tengah, Akrab (35). Dia menyatakan, hal tersebut sangat merugikan petani, khususnya yang bermodal kecil. ''Hal itu masih sering terjadi setiap masa tanam berlangsung,'' katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kudus Ir H Abdurrahman beberapa waktu lalu mengatakan, persediaan pupuk di Kudus cukup sehingga tidak ada masalah. Jika tejadi kelangkaan, pihaknya akan mengajukan stok tambahan kepada Pemerintah Pusat. Adapun Kepala Kantor Pemasaran PT Pusri untuk Kabupaten Kudus, menjamin kebutuhan urea untuk MT ini mencukupi. Dia juga berjanji akan menertibkan distributor yang sering mempermainkan harga pupuk.''Sejumlah distributor nakal bahkan sudah kami coret dari daftar,'' tegasnya. (ton-90i) |