logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 September 2004 KEDU & DIY
Line

Mengubah Pasir Jadi Lahan Pertanian

TIDAK ada rotan akar pun jadi. Peribahasa itu agaknya cukup tepat untuk menggambarkan masyarakat Pantai Samas, Bantul, Yogyakarta. Mereka berusaha ''menyulap'' lahan pasir menjadi lahan pertanian yang subur dan mampu menghidupi sanak-keluarga.

Lahan pasir pantai di Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Bantul, tersebut semula merupakan hamparan tanah pasir tandus dan gersang. Kini di sana tampak puluhan petak ladang bawang merah, cabe, sayur-mayur serta berbagai jenis tanaman lainnya.

Seorang petani setempat, Jengkol Jiana mengungkapkan, masyarakat di daerahnya telah memulai pertanian di lahan pasir ini tahun 1990-an. Dia menceritakan awal mulanya adalah Ketua Tani Manunggal, Desa Sanden, Subandi yang memelopori pemanfaatan tanah pasir.

Semula Disepelekan

Subandi punya kisah lain pada saat mencoba menggarap lahan pasir. Diakuinya pada waktu itu masyarakat tidak begitu percaya bahkan ada yang mencibirnya. Gagasan untuk menjadikan lahan pasir menjadi tanah subur dia peroleh ketika melakukan praktik pertanian di Thailand tahun 1986.

''Di Thailand, banyak tanaman tumbuh subur di atas tanah kikisan batu karang dan daerahnya lebih memprihatinkan dibandingkan di sini, kenapa tidak dicoba di sini juga,'' tuturnya.

Berangkat dari pemikiran itulah, dia dan beberapa orang mulai mengolah lahan pasir. Tahun pertama belum menunjukkan hasil memuaskan, tapi lambat laun tingkat kesuburan tanah meningkat. Dan bukan mimpi lagi kalau kemudian padi gogo juga bisa hidup.

Soal hasil memang cukup menggembirakan. Jiana menyontohkan satu hektare lahan pasir bisa menghasilkan bawang merah lebih 30 ton sekali panen. Dia sendiri hanya menggarap lahan 300 meter persegi dan dalam sekali panen bisa memetik hasil 10 ton -15 ton.

Surahman yang juga petani setempat menuturkan setelah melihat hasil lahan pasir cukup menjanjikan, dia dan kerabatnya lantas bercocok tanam di lahan pasir. Semula dia tidak mempunyai tanah garapan, namun karena lahan pasir milik Keraton Yogyakarta tersebut diperbolehkan untuk rakyat akhirnya dia dan masyarakat mengolahnya.

Belum lama ini di lahan tersebut telah dipanen bawang merah dan hasilnya boleh dibilang cukup menggembirakan. Memang, dalam situasi seperti sekarang ini diperlukan orang-orang yang mau dan mampu bekerja keras seperti Jiana, Subandi dan Surahman.

Upaya mereka untuk mempertahankan hidup akhirnya membuahkan kreativitas positif yang patut diacungi jempol.(Agung PW-76)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA