logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 September 2004 KEDU & DIY
Line

Air Mulai Didrop di Daerah Kekeringan

TEMANGGUNG-Warga Kecamatan Kaloran, Kranggan, dan Pringsurat pada Sabtu lalu mendapatkan kiriman air bersih dari Dinas Trantib Linmas Kabupaten Temanggung. Enam tangki air bersih diterjunkan ke enam lokasi yang menjadi prioritas pengedropan.

Desa Kalimanggis dan Geblok di Kaloran, Klepu dan Kemloko di Kranggan, Kupen, serta Karangwuni di Pringsurat adalah enam desa dari 14 (bukan 13 seperti dalam pemberitaan 3/9) desa yang menjadi sasaran bantuan air bersih.

Tidak hanya tiga kecamatan tersebut, Bejen dan Candiroto adalah kecamatan yang mengajukan usulan bantuan air kepada Pemkab. Dari kelimanya, Bejen merupakan kecamatan yang memerlukan bantuan terbesar dengan dana Rp 21.800.000 dari total dana Rp 57.500.000. Sementara itu, dana terkecil dialokasikan untuk Kecamatan Kranggan yakni Rp 900.000.

Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Budihardjo mengatakan, pengedropan akan dilakukan seminggu sekali. Namun, pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan. Jika sebelum satu minggu air bersih habis, tidak menutup kemungkinan warga meminta pengedropan air secepatnya.

Pemberian bantuan air bersih kemarin itu merupakan respons Bupati terhadap masalah krusial yang dihadapi masyarakat pada kemarau ini.

Pemantauan di lapangan menunjukkan kebutuhan air bersih memang sangat mendesak. Dua hari lalu di Dusun Jagang Desa Kalimanggis Kecamatan Kaloran, warga yang sebagian besar ibu-ibu dan anak-anak berduyun-duyun mendatangi mobil tangki sambil membawa puluhan jerigen kapasitas 25 liter.

Seperti tak menghiraukan jalanan yang menanjak, mereka bergegas dengan wajah berseri menuju ''mata air tiban'' itu.

Beberapa warga mengungkapkan, sudah empat hari aliran air ke rumah mereka mati. Air yang kini tidak mengalir lagi itu dari mata air di Sumowono Kabupaten Semarang yang dialirkan menggunakan pipa paralon melewati beberapa bukit di sebelah dusun.

Delapan kilometer dari Jagang, penduduk Dusun Nglibak Desa Klepu Kecamatan Kranggan juga menderita kekerinan. Seorang warga yang turut antre air bantuan itu mengatakan, untuk keperluan sehari-hari dia mengambil air dari Kali Ampel, sungai di dekat dusun.

Meskipun airnya kotor karena banyak orang yang buang air besar di kali itu, ketiadaan sumber lain memaksa warga mengambil air dari kali tersebut.

Kerepotan akibat kekurangan air bersih sangat dirasakan oleh orang-orang di dusun yang ditempati 33 keluarga itu. Sebagian warga yang bermata pencaharian sebagai pembuat kerupuk kanji menuturkan, produksi kerupuk mereka turun drastis karena kekurangan air. (tw-76e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA