logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 September 2004 INTERNASIONAL
Line

FEATURE

Muslim Amerika Mulai Terlibat Politik

WASHINGTON - Arab dan Muslim Amerika yang cenderung pasif dalam kehidupan politik di masa lalu, kini giat melakukan penggalangan politik, demikian menurut Center for Responsive Politics yang menelusuri dana kampanye dan aktivisme politik.

"Tak diragukan, golongan Arab meningkatkan minat mereka," kata juru bicara organisasi itu, Steven Weiss, seperti dilaporkan Nidal Ibrahim, koresponden khusus Washington File.

Dia menunjuk pada Konferensi Kepemimpinan Nasional Lembaga Arab-Amerika di Dearborn, Michigan, pada 2003 yang menarik perhatian hampir semua calon presiden dalam pemilihan tahun ini.

Hady Amr, salah satu pendiri New Dominion Political Action Committee (PAC), selama satu setengah tahun belakangan ini bekerja mendorong sekitar 70.000 Arab Amerika di Virginia untuk ikut serta dalam kegiatan politik. Kelompok New Dominion-nya adalah kelompok Arab Amerika dalam PAC yang paling baru terbentuk.

Menurut Amr, pendukung capres John F Kerry, golongan Arab Amerika perlu sekali mengetahui bahwa semua kegiatan politik dimulai dari tingkat lokal.

"Sudah lama sekali saya ingin meluncurkan PAC," katanya. "Ini langkah penting yang harus dilakukan komunitas karena sering sekali komunitas Arab Amerika berharap terlalu tinggi (dalam upaya memengaruhi pemilihan di tingkat nasional). Kita tahu kita bisa efektif di tingkat lokal."

Jauh Tertinggal

Meskipun peluncuran New Dominion mendapat sambutan positif dari para pemimpin golongan itu, banyak yang sadar betapa golongan Arab Amerika jauh tertinggal dibandingkan dengan kelompok lain dalam menggalang upaya mereka.

Khaled Saffuri, ketua dewan Institut Pasar Bebas Islam yang cenderung konservatif di Washington DC, mengatakan Arab Amerika makin sadar akan pentingnya menyumbang dan aktif dalam kampanye tapi mereka tidak selalu bertindak dengan cara-cara yang menunjukkan secara jelas bahwa mereka bekerja sebagai kelompok kepentingan Arab.

"Banyak yang memberikan sumbangan uang secara pribadi dan kebanyakan penyumbang tidak mengikatkan diri dengan isu-isu Arab dan Muslim. Mereka melakukan hal itu atas kepentingan pribadi ketimbang kepentingan komunitas," kata Saffuri.

"Dana yang dikumpulkan oleh golongan Arab dan Muslim di negeri ini cukup besar dan dikirim langsung (untuk kampanye, tanpa ikatan dengan PAC)."

Saffuri mengutip sebuah penelitian oleh Institut Pasar Bebas Islam tentang Kampanye 2000 dan sumbangan golongan Arab dan Muslim Amerika bagi kampanye Bush. Dengan melihat nama-nama Arab Muslim pada database tampak adanya banyak sumbangan pribadi.

"Kami menemukan ratusan ribu dolar uang yang diterima tim kampanye Bush dari golongan Arab dan Muslim," kata Saffuri. Dia memperkirakan sedikitnya $2 juta (sekitar Rp 18 miliar) mengalir ke kocek Bush dari orang-orang Arab dan Muslim Amerika secara individu.

Dia menyebutkan seorang dokter dari Colorado yang memberikan $100.000 dan seorang dokter dari Texas yang menyumbang $50. 000. Keduanya ternyata kenalan atau kawan Bush.

"Saya sendiri berhasil mengumpulkan $60.000 untuk Bush dari golongan Arab dan Muslim Amerika dari wilayah Detroit, Washington DC, dan Chicago," kata Saffuri.

Menurut Amr, golongan Arab Amerika makin sadar akan pentingnya sumbangan politik tapi mereka juga mulai meningkatkan upaya mereka dengan cara lain.

"Jika Anda ingin memakai (sumbangan kampanye) sebagai indikator, angka-angka itu sudah bicara sendiri. Intinya adalah pintu itu tidak lagi tertutup," katanya merujuk pada tahun 1980-an ketika para politikus mengembalikan sumbangan dari kalangan Arab Amerika. "Sekarang situasinya sudah berbeda sama sekali."

Tiga Sumber

Selain itu, Amr menekankan bahwa pengaruh politik dalam sistem politik Amerika berasal dari tiga sumber, dan hanya satu yang berwujud sumbangan uang. Sikap sukarela dan wasta, atau koneksi, juga penting, jelasnya.

"Sembilan puluh persen alasan saya menjadi bagian sistem ini adalah karena saya seorang sukarelawan," kata Amr. "Saya cerdas, saya terlibat dalam sistem itu, orang tahu dan hormat pada saya. Dan, karena saya mengangkat kasus saya dalam cara yang mudah dicerna maka saya terlibat dalam sistem itu."

" Bukan karena saya sudah memberi uang. Saya tidak akan bisa mendapat akses hanya karena saya menyumbang $1000 bagi Kerry. Kalaupun saya bisa mengumpulkan $10.000 atau $100.000, itu masih seperti membuang garam ke laut. Bila Anda bicara soal politik kepresidenan, maka jumlah yang perlu Anda kumpulkan adalah jutaan. Sikap sukarelalah yang bisa membawa Anda masuk ke proses politik. Saya tidak bisa menekankannya lebih lagi."

Mengenai koneksi atau "wasta", ukurannya benar-benar dalam pengertian luas, yakni "seberapa dalam Anda terlibat dalam komunitas Anda, dengan surat kabar lokal Anda."

Yang sama pentingnya, sejumlah Arab Amerika sudah mulai masuk, bukan saja sebagai kandidat politik tetapi mereka juga sudah bisa masuk ke mesin politik partai Republik dan Demokrat, kata Amr.

"Kenyataannya, sekarang banyak yang bisa dijadikan teladan. Ada Spencer Abraham (Menteri Energi) dan John Sanunu (Senator dari New Hampshire)," katanya. "Ada juga (Gubernur New Hampshire) Jeanne Shaheen sebagai ketua tim kampanye Kerry. Itu semua besar artinya. Sungguh-sungguh besar artinya.

"Mereka bukanlah warga Arab Amerika angkatan tahun 1960-an, yang selalu menunduk dan berpura-pura mereka bukan Arab. Mereka adalah Arab Amerika yang senang bisa mendorong golongan Arab Amerika terlibat dalam proses itu," jelas Amr.(46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA