logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 September 2004 EKONOMI
Line

Inflasi Rendah Tetap Jadi Kebijakan BI

JAKARTA-Menjadi lembaga kredibel melalui kebijakan berhasil guna, peningkatan kompetensi internal, dan kemitraan strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkesinambungan, merupakan arah yang ingin dicapai Bank Indonesia (BI) tahun 2005-2008.

Demikian ditegaskan oleh Gubernur BI Burhanuddin Abdullah saat menutup Forum Strategis Bank Indonesia 2004, pekan lalu .

Pertemuan internal tahunan jajaran BI yang terdiri atas Dewan Gubernur dan seluruh Pemimpin Satuan Kerja itu bertema "Memperkuat Kredibilitas, Memperkokoh Stabilitas dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Berkesinambungan".

Burhanuddin menyatakan kebijakan BI dalam jangka menengah 2005-2008 tetap mengarah pada tingkat inflasi yang rendah dan stabil sehingga kita dapat bersaing dengan negara-negara lain, serta memiliki sistem perbankan yang sehat dan efektif sehingga tercipta kestabilan sistem keuangan.

"Selain itu, memiliki sistem pembayaran yang aman, efisien, dan dapat diandalkan. Arah kebijakan tersebut dicapai disertai komitmen mendukung proses pemulihan bangsa keluar dari krisis," tandasnya.

Forum Strategis Bank Indonesia 2004, lanjut dia, adalah suatu forum evaluasi pencapaian kinerja BI tahun 2004 serta penyusunan rencana strategis ke depan. Agenda pembahasan dibagi atas dua tahap, yakni perumusan dan penjabaran.

Tahap perumusan merupakan tahapan bagi Dewan Gubernur untuk menentukan dan memberikan arah pencapaian strategis BI yang akan dituangkan dalam rencana strategis 3-5 tahun ke depan.

Sebelum itu, Dewan Gubernur melakukan diskusi dengan stakeholders, misalnya Pemimpin Ikatan Pegawai BI, dunia usaha, pakar dan praktisi perbankan, ekonom, serta pemerintah.

Dalam tahap penjabaran, kata dia, Dewan Gubernur menjelaskan kepada pemimpin satuan kerja mengenai arah pencapaian sasaran strategis sampai tahun 2008 dan mengarahkan mereka mengenai hal-hal strategis yang perlu diperhatikan.

Fokus

Selama forum berlangsung, tutur dia, beberapa hal pokok terkait dengan pencapaian tugas BI ke depan sejalan dengan amanat UU No 3/2004 merupakan fokus utama pembahasan dalam kerangka Sistem Perencanaan, Anggaran dan Manajemen Kinerja BI (SPAMK-BI).

Di bidang moneter ditetapkan target inflasi rendah dan nilai tukar rupiah stabil. Di bidang perbankan, pembentukan mekanisme financial safety net menuntut kebijakan yang lebih pre-emptive dalam pengawasan bank.

Sementara itu di bidang sistem pembayaran akan dirancang beberapa kebijakan untuk memelihara keamanan dan efisiensinya. Di bidang internal, BI dituntut memperkuat institusi agar kompeten, kredibel, dan proaktif terhadap perubahan lingkungan yang berlangsung cepat. "Peningkatan fungsi intermediasi perbankan dalam mendorong pergerakan sektor riil untuk kemudian mampu menyediakan lapangan kerja yang cukup, merupakan salah satu isu yang perlu terus menjadi perhatian kita," ujar Burhanuddin.

Dia menambahkan ada 8 sasaran strategis BI 2005-2008 yang terdiri atas mencapai kestabilan moneter, mencapai dan memelihara kondisi keuangan BI yang sehat dan akuntabel, meningkatkan efektivitas manajemen moneter, menciptakan sistem perbankan yang sehat dan efektif serta sistem keuangan yang stabil, serta memelihara keamanan dan efisiensi sistem pembayaran.

Ia berharap BI tetap dapat menerapkan prinsip-prinsip good governance, memperkuat organisasi dan mengembangkan sumber daya manusia manusia yang berkompetensi tinggi dengan dukungan budaya kerja yang berbasis pengetahuan, serta mengintegrasikan transformasi BI sejalan dengan arah 2008. (bn-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA