logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 06 September 2004 EKONOMI
Line

Analisis Pasar Modal

Capital Gain, Dividen, dan Stock Split

KINERJA Bursa Efek Jakarta (BEJ) pekan lalu membaik karena mengalami kenaikan. Aspek lingkungan global berupa penurunan harga minyak dunia dan penguatan kurs rupiah terhadap dolar AS berperan sebagai stimulus yang menguatkan sentimen positif pasar. Momentum pasar yang membaik telah menciptakan kinerja ganda bagi jenis saham tertentu.

Para investor di pasar modal dalam melakukan investasi melalui pembelian saham pada umumnya bertujuan mendapatkan keuntungan baik dalam bentuk capital gain maupun dividen.

Keuntungan berupa capital gain akan didapatkan apabila harga pasar saham yang dimiliki melebihi harga pada saat beli. Dividen didapatkan jika emiten (perusahaan) mendapatkan keuntungan dan sebagian keuntungan dibagikan kepada pemegang saham.

Pembagian dividen oleh suatu perusahaan dapat dilakukan melalui berbagai bentuk. Farid dan Indriantoro (1988) menyebutkan pembayaran dapat dilakukan dalam bentuk dividen tunai (cash dividend), dividen dalam bentuk aktiva lain (property dividend), dividen dalam bentuk surat utang (notes), atau dividen dalam bentuk saham (stock dividend).

Perusahaan memilih salah satu bentuk pembayaran dividen dengan mempertimbangkan berbagai faktor, di antaranya: (1) ada perjanjian (utang) yang mensyaratkan menahan sebagian atau seluruh laba, (2) kebutuhan dana bagi perusahaan, (3) likuiditas perusahaan, (4) sifat pemegang saham, (5) stabilitas dividen, atau (6) target tertentu mengenai rasio pembayaran dividen.

Perusahaan dengan kondisi likuiditas atau kemampuan membayar yang tinggi akan cenderung memberikan pembayaran dividen dalam bentuk tunai.

PT Telkom merupakan salah satu perusahaan yang sudah menetapkan tahun ini memberikan dividen dalam bentuk tunai. Perusahaan itu menetapkan membayarkan dividen tunai Rp 301,90/lembar saham. Hari cum dividen atau hari pencatatan terakhir saham yang akan mendapatkan dividen ditetapkan tanggal 26 Agustus 2004. Harga saham Telkom pada saat keputusan tersebut ditutup pada harga Rp 7.700/lembar.

Harga saham Telkom saat ini pada posisi Rp 8.200. Berarti sejak hari cum dividen kinerja sahamnya naik dari Rp 7.700 menjadi Rp 8.200 atau meningkat 6,5%. Bagi investor yang membeli saham sebelum hari ex dividen akan terdaftar mendapatkan dividen.

Jika dia menjual sahamnya sekarang maka berarti mendapatkan keuntungan berupa capital gain sebesar 6,5%. Sekalipun telah menjual sahamnya, hak terdaftar untuk mendapatkan dividen tetap melekat atas nama investor tersebut.

Keuntungan Ganda

Dengan demikian dia jauh dari pepatah "golek uceng kelangan deleg" atau mendapatkan dividen tapi harga sahamnya turun lebih besar. Bahkan yang terjadi adalah keuntungan ganda, yaitu mendapatkan dividen Rp 301,9 dan capital gain 6,5%.

Faktor-faktor apakah yang menjadikan suatu jenis saham berpeluang memberikan keuntungan ganda berupa dividen dan capital gain? Apakah setiap jenis saham yang memberikan dividen juga akan memberikan capital gain?

Pengumuman dividen merupakan salah satu informasi yang akan direspons oleh pasar. Aharony dan Swary (1980) menunjukkan informasi yang diberikan pada saat pengumuman dividen lebih berarti daripada pengumuman laba perusahaan.

Investor akan mengaji dan menyimpulkan dari informasi yang diperoleh, apakah perusahaan tersebut perusahaan yang prospektif ataukah kritis.

Dalam teori divident signalling pengumuman perubahan pembayaran dividen mempunyai kandungan informasi penting yang dapat memengaruhi keuntungan saham. Jika pengumuman mengandung informasi pasar maka pasar akan bereaksi pada saat pengumuman tersebut diterima.

Pengumuman pembayaran dividen yang jumlahnya lebih besar dari dividen tahun lalu cenderung ditangkap oleh pasar sebagai sinyal positif dan akan meningkatkan harga saham.

Sebaliknya, pengumuman pembayaran dividen yang jumlahnya lebih kecil dari dividen tahun lalu cenderung ditangkap oleh pasar sebagai sinyal negatif dan menurunkan harga saham.

Perusahaan cenderung meningkatkan dividen jika ada peningkatan cash flow yang tinggi di masa depan dan menurunkan dividen apabila manajemen yakin tidak ada cash flow yang mendukung pembayaran dividen tersebut.

Perubahan pembayaran dividen mengandung informasi yang memungkinkan investor merevisi prediksi mereka tentang prospek perusahaan. Dampaknya, terjadi penyesuaian harga saham ketika perubahan dividen diumumkan. (Dr Sugeng Wahyudi, dosen strategi dan keuangan Program MM Undip-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA