| Senin, 06 September 2004 | EKONOMI |
Beberapa SPBU Diduga Mengoplos BBMSEMARANG-PT Pertamina Unit Pemasaran (UPMS) IV Jateng/DIY akan segera menindak tegas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terbukti mengoplos Bahan Bakar Minyak (BBM). Beberapa SPBU kini sedang diteliti operasionalnya terkait dengan laporan masyarakat yang merasa dirugikan karena BBM-nya tidak murni. "Terakhir yang diawasi adalah SPBU di Jepara dan Jalan Pamularsih Semarang. Dua SPBU tersebut kini sedang diperiksa di laboratorium untuk membuktikan apakah BBM-nya dioplos. Kalau terbukti maka kami tindak," kata M Sustiaji, General Manager PT Pertamina UPMS IV Jateng /DIY di sela-sela pembagian bunga dan suvenir kepada pembeli BBM di SPBU Jalan S Parman Semarang, Sabtu lalu. Kegiatan yang terkait dengan peringatan Hari Pelanggan 2004 itu juga dilaksanakan di 8 SPBU yang tersebar di wilayah kerja Pertamina UPMS IV yang meliputi Semarang, Yogyakarta, Solo, Tegal, Purwokerto, dan Boyolali. Suvenir yang dibagikan gratis adalah oli Fastron, Prima XP, dan Enduro 4 T. Sustiadji mengakui hingga saat ini belum ada SPBU yang terbukti melakukan pengoplosan. Namun, apabila ada bukti kuat maka Pertamina akan menerapkan skorsing, yakni tidak dipasok dalam waktu tertentu. Bahkan jika kesalahannya termasuk berat maka bisa diputus hubungan bisnisnya. "Sebab, hal-hal seperti itu sangat merugikan pelanggan dan sangat bertentangan dengan visi Pertamina yang tengah gencar meningkatkan citra," tegasnya. Mengenai pembangunan jaringan BBM dari Rewulu (Yogyakarta) ke Teras (Boyolali) yang semestinya selesai tahun ini tetapi diperkirakan mundur, Sustiadji mengakui tidak mengetahui persis penyebab kemunduran tersebut. "Soalnya yang menangani proyek itu dari kantor pusat. Kami hanya mengawasi," jelasnya. Menurut dia, jika sudah selesai maka keberadaan pipa sepanjang 66 km tersebut sangat strategis untuk mendukung distribusi BBM, khususnya di Boyolali dan sekitar Solo. Selama ini distribusi BBM dari Rewulu ke Solo menggunakan jalur Rel Time Wagon (RTW) menyewa PT KA. "Pengiriman melalui jalur rel kereta api kadang-kadang tidak bisa maksimal karena bergantung pada waktu pengiriman sehingga jika permintaan melonjak maka pasokan membutuhkan waktu lama," ujarnya. Depo Boyolali, lanjut dia, akan menggunakan pipa langsung dari Depo Rewulu sehingga pasokan siap dikirim dalam 24 jam. Depo itu juga untuk membantu Depo Pengapon yang melayani distribusi BBM di Jateng bagian utara. Selain pembangunan jaringan pipa BBM di Boyolali, kata dia, Pertamina akan membangun pipa BBM Semarang-Tegal. Jaringan tersebut akan dihubungkan pipa BBM di Balongan untuk mempercepat pengiriman pasokan. "Pertamina masih terus mengaji rencana itu. Mudah-mudahan bisa cepat terealisasi," tuturnya sambil menyebutkan selama ini pasokan BBM untuk Semarang dan Tegal masih menggunakan kapal tanker yang rawan oleh gangguan cuaca buruk. (G2-53) |