logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 September 2004 SALA
Line

Turis Asing Menyukai Wisata Kedungombo

INDUSTRI pariwisata bakal meramaikan kawasan Waduk Kedungombo. Kelak, wajah seputar waduk yang banyak ditumbuhi alang-alang dan pohon jagung, bakal disulap menjadi objek wisata andalan Kabupaten Sragen.

Di Kedungombo sudah dibangun hotel berbintang De Keraton, yang terletak di Desa Boyolayar, Kecamatan Sumberlawang, sekitar 30 km arah utara Kota Solo.

Bupati H Untung Wiyono mengungkapkan, hotel bintang lima dengan pemandangan bukit dan perairan waduk yang jernih itu, sudah dikontrak wisatawan Korea selama setahun.

''Kamarnya sudah laku dan dikontrak setahun,'' tutur Bupati H Untung Wiyono ketika menyambut Menperindag Rini MS Soewandi di Sragen, belum lama ini.

Melihat antusiasme turis menikmati kawasan waduk dengan kondisi lingkungan yang masih natural, menjadikan objek ini salah satu lokasi wisata yang prospektif.

Penikmat hotel di bibir ''pantai'' di kawasan terpencil ujung barat laut Kota Sragen itu, kebanyakan wisatawan asing.

Menurut sebuah sumber, kamar hotel berbintang itu bertarif mulai Rp 900.000/malam - Rp 3 juta/malam.

Tenaga kerjanya, kecuali tenaga skill, diambilkan dari penduduk setempat.

Mengomentari potensi wisata Kedungombo, H Untung menjelaskan, waduk terbesar di Asia Tenggara itu memiliki air yang jernih, udara segar, serta pemandangan alam yang bagus.

Kebun Binatang

''Turis asal Jerman sangat tertarik. Ketika menengok lokasi dia langsung ingin mencoba berenang di waduk,'' tuturnya.

Dia mengakui, para turis Jerman dan Jepang umumnya menyukai lingkungan objek wisata yang masih natural dan jauh dari keramaian.

Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata dan Seni Budaya, Ir A Haryoto WA MM, mengatakan, agar kawasan Desa Boyolayar yang memiliki bangunan resort sekelas hotel bintang lima itu tidak berkesan eksklusif, di lokasi yang berdekatan dengan Hotel De Keraton akan dibangun hotel bintang satu atau kelas melati, dengan harga kamar yang terjangkau turis lokal.

Tujuannya sama, memasarkan objek wisata waduk. ''Sebagai upaya menarik pengunjung hotel, sudah dijalin kerja sama dengan biro perjalanan wisata,'' kata Haryoto.

Program jangka panjang, di kawasan tak jauh dari hotel dibangun kebun binatang mirip Taman Safari, ajang motocross, dan fasilitas penunjang lain guna mendukung kepariwisataan hasil kerja bareng Pemerintah Provinsi Jateng, Perhutani, dan Pemkab Sragen. (Anindito AN-49i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA