logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 September 2004 SALA
Line

''Saya Tidak Bicara Pilbup''

  • Pembatalan Pembinaan Mental

BOYOLALI - Saat melakukan pembinaan mental di berbagai kecamatan dan instansi di Kabupaten Boyolali, mubalig H Muhajir SPd mengaku tidak menyinggung politik, apalagi pemilihan bupati (pilbup). Materi yang dia sampaikan hanya berkaitan dengan syukur nikmat, bagaimana menjadi pegawai yang baik, dan hubungan antarmanusia dengan Tuhan. ''Kalau tidak percaya, silakan tanyakan kepada karyawan dan perangkat di berbagai kecamatan,'' katanya, kemarin.

Hal tersebut dia kemukakan berkait dengan pembatalan acara pembinaan mental kepada karyawan dan perangkat desa, di berbagai kecamatan. Sedianya, Muhajir memberikan pembinaan mental di delapan kecamatan dan Dinas Pekerjaan Umum, Perhubungan dan Kebersihan (DPUPK).

Pembinaan mental berlangsung dari 28 Juni hingga 6 November. Namun saat kegiatan baru berlangsung di empat kecamatan, dia mendapat surat dari Kepala BKD, Drs Hadi Suyitno, bertanggal 11 Agustus.

Intinya, kegiatan tersebut dihentikan sementara, dengan alasan kesibukan untuk memperingati HUT Ke-59 Kemerdekaan RI. Penghentian itu menimbulkan spekulasi berkait dengan pilbup.

Muhajir memang mencalonkan diri sebagai wakil bupati, yang akan berpasangan dengan mantan Kepala Diknas DIY, Ir H Sudadi. Karena itu, dikhawatirkan kegiatan pembinaan mental akan menjadi ajang kampanye.

Jalan Terus

Muhajir mengatakan, selain masalah moral, materi yang disampaikan dalam pengajian juga berkait dengan semangat nasionalisme. Misalnya, pengorbanan dan keberanian bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan.

Materi itu sangat tepat karena disampaikan dalam suasana memperingati HUT Kemerdekaan. ''Sama sekali saya tidak menyinggung perebutan jabatan, politik, atau pilbup,'' kata mubalig yang dikenal santun dan disegani ini.

Apakah dia merasa sakit hati dengan penghentian pembinaan mental? Muhajir mengatakan, sama sekali tidak sakit hati. Dia bahkan menilai itu sesuatu yang wajar.

Dia mengatalan, masih banyak warga yang meminta dirinya memberikan pengajian, bahkan hampir setiap hari.

Apa yang dikerjakan ini hubungannya dengan Allah dan tidak berkait dengan masalah politik. Dia bisa membedakan antara sosok mubalig dan figur warga masyarakat yang kebetulan akan mencalonkan menjadi wakil bupati. Pembatalan pembinaan mental tidak membuat dirinya kendur. Sepanjang masih ada yang membutuhkan, dia mengaku tetap akan jalan terus. (shj-49i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA