| Sabtu, 04 September 2004 | SALA |
Diprotes,Truk Dump Rusak Jalan DesaSRAGEN- Warga Desa Celep, Kecamatan Kedawung, protes karena jalan desa mereka sering dilewati truk dump. Mereka kecewa karena ruas jalan desa rusak sepanjang 2 km, akibat dilewati puluhan truk dump proyek jembatan Suroboyo di Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar. ''Setiap hari tak kurang 100 kali truk proyek melewati jalan desa. Akibatnya jalan pun menjadi rusak,'' tutur Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD), Suyadi Kurniawan, kemarin. Suyadi, yang didampingi Kadus Celep Suwondo dan dua anggota BPD lain, Thohir dan Suyatno, meminta pelaksana proyek jembatan Suroboyo, CV Banowati milik Mardoyo, mengalihkan truk dump ke jalur lain. Suyadi menyatakan, setiap mengambil material batu kali atau pasir truk dump selalu melewati jalan tembus di desanya karena waktu tempuh menjadi lebih singkat. Namun dampaknya, jalan-jalan desa menjadi rusak. Semestinya, truk-truk tersebut melewati jalur Munggur - Nglebak - Pilangmangu - Tompe, Kabupaten Karanganyar. Namun karena rute itu melingkar dengan jarak tempuh agak jauh, sopir pun sering enggan melakukannya. Para sopir lebih menyukai lewat jalan tembus Desa Celep. Sebab jalur itu bisa mempersingkat jarak sekitar 5 km. Anehnya, jalan-jalan di beberapa desa perbatasan Kabupaten Karanganyar - Sragen yang berdekatan dengan lokasi proyek jembatan Suroboyo, ditutup warga dan tidak boleh dilewati truk proyek. Beberapa warga menutup jalan kampung dengan palang bambu atau memberi rambu agar tidak menjadi jalur alternatif truk-truk proyek. Mardoyo pemilik CV Banowati mengatakan, soal protes warga Desa Celep akan direspons. ''Saat ini saya belum bisa memberikan komentar karena masih repot,'' tuturnya. Warga Celep sudah menunggu jawaban dari Mardoyo tentang alasan truk dump proyek diarahkan lewat Desa Celep. Jika tidak ada penjelasan, warga akan menemui Wardoyo atau mendatangi lokasi proyek jembatan. Kecuali jika truk yang lewat dialihkan ke jalur lain. ''Pemilik proyek hanya mencari enaknya, tapi tidak mau bertanggung jawab atas kerusakan jalan desa,'' tutur Suyadi Kurniawan. Dia pun mengungkapkan, jalan desa di wilayahnya termasuk kategori jalan yang tidak layak dilewati truk berbeban berat. (nin-49i) |