logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 September 2004 SALA
Line

Belasan Elemen Islam Dukung Kapolwil

  • Pemberantasan Judi dan Korupsi

GENDENGAN - Belasan elemen Islam di Solo, Jumat kemarin mendatangi Mapolwil Surakarta. Mereka memberikan dukungan kepada Kapolwil untuk memberantas perjudian dan korupsi yang terjadi di wilayah Surakarta.

Tindakan tegas polisi diharapkan akan membuat jera para pelaku sehingga penyakit masyarakat tersebut bisa dihilangkan dari muka bumi. Mereka yang hadir di Mapolwil antara lain Majelis Tafsir Alquran (MTA), MUI Solo, Laskar Hizbullah Sunan Bonang, Laskar Sabilillah, Aisyiyah, Majelis Tabligh dan Dakwah, PCNU, Yayasan Pengajian Al Islam, Yayasan Al Khoir, Muhammadiyah, Ponpes Assalam, Angkatan 66, dan Yayasan Mega Bintang. Juga Ponpes Al Muayyad, PP Takmirul Islam, Yayasan Pendidikan Al Mukmin ngruki, serta Keluarga Besar PII.

Mereka diterima Kapolwil Kombas Pol Drs H Abdul Madjid SH MH di ruang kerjanya bersama jajaran Polwil Surakarta lainnya. "Saya menyambut gembira. Sebab dengan dukungan masyarakat ini kerja polisi akan semakin ringan. Insya Allah jika masyarakat memberikan dukungan, saya semakin mantap melangkah," kata dia.

Ustad Ahmad Sukina, Ketua MTA menyatakan, hampir 60 tahun usia bangsa Indonesia, tetapi kehidupan dirasakan semakin jauh dari cita-cita kemerdekaan sebagai bangsa yang maju, adil, makmur, dan beradab. "Kendalanya sangat besar. Di antara kendala tersebut adalah kecenderungan masyarakat melakukan pelanggaran hukum, norma agama, dan kaidah yang berlaku di masyarakat."

Celakanya, lanjut dia, sepertinya mereka selalu memperoleh angin, karena seakan dibiarkan dan tidak terjangkau aparat penegak hukum. "Karena itu ketegasan langkah seperti yang diperlihat Kapolwil, seakan angin sejuk yang diharapkan bisa membawa perubahan bagi tegaknya norma hukum dan agama," tambah dia.

Korupsi

Seluruh elemen Islam di Solo, kata ustad Faid Makruf dari Ponpes Al Mukmin Ngruki, mendukung sepenuhnya langkah Kapolwil menegakkan norma dan memberantas penyakit masyarakat, seperti tunasusila, judi, termasuk korupsi. "Kami juga mendukung aparat kepolisian untuk tetap menjaga ketegasan, termasuk saat berhadapan dengan berbagai pihak yang menentang langkah tegas tersebut," kata dia.

Kalangan Islam itu memang sangat memprihatinkan sebagian masyarakat yang bereaksi dan menentang langkah polisi memberantas penyakit masyarakat itu. Padahal, semestinya masyarakat seharusnya mendukung setiap tindakan kepolisian untuk kepentingan bangsa dan negara ini.

Kapolwil dalam kesempatan itu menegaskan, akan terus melangkah memberantas segala bentuk penyakit masyarakat. "Termasuk kasus korupsi yang kini ditangani. Kami akan maju terus dengan restu masyarakat, terutama para tokoh agama," ujar dia.

Kapolwil juga mengatakan akan terus mengupayakan perbaikan sumber daya. Misalnya melakukan psikotes untuk seluruh jajaran Polwil. Tujuannya, agar sumber daya kepolisian nanti benar-benar sesuai dan siap mendukung setiap langkah yang akan diambil.(G11,an-17i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA