| Sabtu, 04 September 2004 | SALA |
Fanny, Bocah dengan Segudang PrestasiRASANYA seperti tak percaya, ketika bocah yang baru berumur delapan tahun itu sudah memiliki prestasi yang sedemikian hebat. Namun begitulah, prestasi yang dimiliki siswa kelas III SD Tarakanita Solo Baru, kelahiran Yogyakarta 17 April 1966 itu. Fanny Marsella Maharani Yudris, demikian namanya, sepertinya memang bisa dikategorikan sebagai bocah luar biasa. Mengapa? Karena prestasi yang telah dicapai anak pertama pasangan Ferry Yudris dan Rahma Ferry itu seperti mendahului umurnya. Bayangkan, di saat umurnya belum genap sepuluh tahun dia sudah memiliki talenta di berbagai bidang. Mulai dari dunia model, tarik suara, akting, hingga dunia seni lukis. Menariknya, di berbagai bidang tersebut dia hampir selalu menuai prestasi dalam perlombaan. Hebatnya lagi, semua itu sudah mulai dia dapatkan saat umurnya baru menginjak empat tahun. Ketika teman-teman sebayanya sedang memanjakan diri kepada orang tuanya, pada 2000, Fanny sudah berhasil meraih juara pertama Lomba Kartini-Play Group. Sejak itu, berbagai prestasi yang lain terus mengalir, seiring dengan berjalanannya waktu. Masih di dunia model, pada 2000 dia meraih empat penghargaan sekaligus; yakni Juara II Putri Expo Inez-Tiara Kusuma, Juara Umum Foto Model Wajah Mode Indonesia, The Best Pose and Catwalk Model, Award Indonesia Model Kilas Mode 2001, dan Casual Mode Indonesia 2001. Merambah Sinetron Pada 2002, dia masih menggapai sejumlah prestasi dalam bidang model; misalnya juara umum Citra Batik Nusantara 2002. Tak cuma itu, sejak awal tahun tersebut Fanny juga mulai merambah bidang lain yang lebih prestise, yakni dunia sinetron. "Tak kurang enam judul sinetron pernah menjadi ajang kepiawaiannya dalam berakting. Antara lain, memerankan peri cantik Yona dalam Misteri Sumur Tertut (PT Rapi Film), menjadi pemeran Eng-Eng dalam Suling Mas (PT Prima Entertaint), sebagai Jeane dalam sinetron Jeane and Gorilla (PT Starvision Plus), sebagai Melly dalam Telur Naga Mas (PT CGH Film), memerankan tokoh Putri Kecil dalam judul Setelah Putri Pergi (PT Persari Film) dan terakhir sebagai Diaz dalam sinetron berjudul Desah-Desah (PT Erna Santosa Film)," ujar Ferry Yudris. Itulah, sebagian di antara berbagai prestasi yang pernah diraih Fanny sejak dia berumur empat tahun hingga sekarang. Kini, setelah menggapai prestasi di dunia model dan menjadi bintang sinetron anak, dia kembali merambah bidang lain, yakni tarik suara. "Beberapa waktu lalu, Papa T Bob, pencipata lagu anak yang produktif, tertarik dengan suara Fanny. Lalu dia membuatkan beberapa lagu, hingga kemudian munculah album perdana Fanny bertitel Gujes-Gujes," papar Ferry. Menurut penuturan dia, album dengan lagu andalan yang bercerita tentang pengalaman seorang anak naik kereta api tersebut, kini sudah mulai beredar di pasaran. Hasilnya, 10.000 kopi pertama sudah ludes terjual dalam waktu dua minggu. "Dengan kondisi seperti itu, saya dikabari bahwa sekarang sedang diproduksi lagi sekitar 50.000 kopi. Dalam waktu dekat, album itu akan segera dipasarkan." Sebagai ayah, tentu saja prestasi Fanny yang seperti itu sangat membanggakannya. Hanya, dia memang tak terlalu kaget dengan apa yang telah diraih anaknya tersebut. Karena dia memang sudah tahu, sejak kecil anaknya telah menunjukkan bakat istimewa. "Termasuk saya juga tidak kaget, ketika dia selalu memiliki fase-fase waktu dalam menunjukkan prestasinya. Misalnya dari model terus ke akting, kemudian merambah dunia nyanyi. Atau sekarang, ketika dia juga sudah mulai melukis, dan sudah menghasilkan sekitar 10 lukisan," ujar Ferry Yudris.(Wisnu Kisawa-17a) |