logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 September 2004 SALA
Line

Ketua Dewan Belum Tentu dari FPDI-P

KARANGASEM-Meski memiliki kursi terbesar di DPRD Surakarta, wakil dari PDI-P belum tentu bisa menduduki jabatan ketua DPRD. Sebab, 19 kursi yang dipunyai Fraksi PDI-P, termasuk empat kursi PDS yang ikut bergabung, belum merupakan mayoritas.

Untuk itu, FPDI-P harus melakukan koalisi agar bisa mendapatkan dukungan paling sedikit 20 suara. Dengan asumsi, 20 sisa suara yang lain diperuntukkan bagi dua jabatan wakil ketua. Sesuai PP 25/2004 tentang Penyusunan Peraturan Tata Tertib (Tatib) DPRD, DPRD dengan jumlah anggota kurang dari 45 memiliki seorang ketua dan dua orang wakil ketua.

Fraksi Persatuan Demokrat Keadilan (FPDK), tampaknya kini juga sedang menggalang koalisi untuk mengegolkan calon di antara dua fraksi bukan mayoritas -Fraksi PAN dan Fraksi Golkar- menjadi ketua.

"Kami akan melihat dulu, bagaimana kriteria calon pimpinan yang akan diajukan nanti.

Kami tentu akan memberikan dukungan kepada kandidat yang benar-benar layak," kata Reni Widyawati, anggota FPDK.

Sebagai pemilik kursi terbesar kedua setelah Fraksi PDI-P, FPDK memang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Bila nanti FPDK (memiliki sembilan kursi) bisa menggalang koalisi dengan Fraksi PAN (tujuh kursi) dan Fraksi Golkar (lima kursi), secara otomatis akan mampu mengegolkan salah satu calon menjadi ketua.

"Dengan 21 suara, kami akan bisa mengegolkan satu ketua dan wakil ketua, masing-masing dengan 20 suara dan satu suara. Kami sedang mencoba ke arah sana," kata Darsono SE, sekretaris FPDK.

Untuk itu, kini pihaknya tengah melakukan lobi ke Fraksi Golkar maupun FPAN. "Kami sudah menghubungi salah satu fraksi, dan sepertinya ada sinyal positif," paparnya.

FPAN Terbuka

Ketua FPAN, Abdullah AA menjelaskan, fraksinya terbuka untuk mengadakan koalisi dengan fraksi mana pun. "Kami tentu akan bersikap well come dengan rencana koalisi itu. Masak, akan didukung kok tidak mau; tentu kami siap," kata dia.

Ketua Fraksi Golkar, Heru S Notonegoro SH menjelaskan, hingga kemarin fraksinya belum memberikan keputusan apakah akan memberikan dukungan kepada kandidat dari PDI-P atau dari PAN. Termasuk saat disinggung hubungan Koalisi Kebangsaan dengan pemilihan pimpinan DPRD.

"Soal itu belum ada keputusan. Jadi kami belum bisa memberikan jawaban," kata dia seraya menambahkan, fraksinya terbuka untuk melakukan koalisi dengan siapa saja.

Wakil Ketua Fraksi PDI-P, James August Pattiwael menegaskan, pihaknya sudah melakukan lobi menghadapi pemilihan pimpinan mendatang.

"Kami sudah menyusun strategi, dan cukup optimistis bahwa ketua DPRD akan dijabat kandidat PDI-P. Dan saya fikir, lobi-lobi itu tidak perlu disebarluaskan, tapi yang jelas sudah kami lakukan."

Sementara itu, peraturan tatibsus pemilihan pimpinan DPRD selesai dibahas kemarin. Jadwal pemilihan, baru akan ditentukan setelah pimpinan sementara DPRD dan tim teknis pemilihan pimpinan membahasnya, Senin (6/9) mendatang. (G13-17a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA