| Sabtu, 04 September 2004 | SALA |
H-3 Persiapan Rampung
KERATON SURAKARTA-Peristiwa pengukuhan Tedjowulan menjadi Adipati Anom, ternyata membuat pekerjaan panitia penobatan KGPH Hangabehi sebagai SISKS Paku Buwono XIII tersendat hampir dua hari. Kini, panitia kembali ke-track-nya dan berkonsentrasi pada hajat agung itu. Meski pekerjaan di sekretariat sempat terganggu, sejak Kamis segala aktivitas persiapan kembali normal dan diproyeksikan pada H-3 sudah rampung total. "Ya, masalah tersebut membuat pekerjaan kesekretariatan agak tersendat sampai dua hari. Tetapi mulai Kamis, apalagi hari ini (kemarin), aktivitas kembali lancar. Mudah-mudahan kurang tiga hari ini, semua persiapan sudah beres," kata Drs KGPH Kusuma Yuda, ketua panitia penobatan, kepada Suara Merdeka, kemarin. Disebutkan, meski dalam dua hari, Selasa dan Rabu aktivitas tersendat, panitia masih punya waktu cadangan untuk menyelesaikan tugas-tugas kesekretariatan dan persiapan lainnya. Dia mengakui, sisa pekerjaan yang harus dibereskan dalam waktu kurang lebih 10 hari ini adalah tinggal kecil-kecilan, misalnya evaluasi beberapa hal yang telah dilakukan. Karena semua tugas dibagi rata dan bergerak secara serentak, maka masalah yang muncul tidak begitu berpengaruh. Sebab, hingga kemarin tidak ada sisa pekerjaan atau aktivitas inti yang terbengkalai atau tidak bisa dikerjakan. "Karena semua lini bergerak bersama-sama. Jadi tidak ada satu jenis pekerjaan yang nando atau menggunung dan tidak bisa dikerjakan. Sebab, agenda rapat-rapat panitia sampai H-3 adalah tinggal evaluasi-evaluasi kecil, seperti rapat yang berlangsung siang ini (kemarin)," jelas putra dalem yang akrab disapa Gusti Seno itu. 24.000 Pengenal Di seksi undangan, misalnya, ujar staf sekretariat Ebit Pramudijanto, sedikitnya 600 undangan VVIP dan VIP sudah dikirim, dan bahkan diperkirakan sudah sampai ke alamat beberapa hari lalu. Kini, pihaknya tinggal melakukan konfirmasi mengenai kesanggupan kehadirannya. Begitu pula yang dikerjakan Luky Arwanto, yang mendapat tugas menyebar tanda pengenal bagi 24.000 anggota Paguyuban Kulwarga Surakarta (Pakasa). Semua tanda pengenal sudah diantar ke setiap daerah di wilayah Surakarta, termasuk untuk para sentana dan abdi dalem. "Prinsipnya, semua tugas yang dikerjakan setiap seksi dan bidang berjalan lancar dan melampaui target waktu yang diperkirakan. Yang dikhawatirkan, kalau mendadak ada tambahan permintaan, karena berurusan dengan tempat duduk dan prasarana penyambutan lainnya. Tetapi prinsipnya, kami sangat terbuka," ungkap Sekretaris Panitia, KP Edy Wirabhumi SH MM di tempat terpisah. Di bagian perlengkapan upacara dan kirab, BRM Suryo Suryanto menyatakan semua kereta pusaka yang berjumlah delapan beserta kudanya sudah siap pakai. Permohonan pinjam sebanyak 23 ekor kuda sudah disetujui Pordasi Yogyakarta, dan akan diantar ke Solo dengan beberapa truk, 8 September mendatang. Di antara kedelapan kereta kuda itu adalah Kangjeng Kyai Garuda Kencana, yang merupakan peninggalan SISKS Paku Buwono X, dan dalam kirab jumenengan nata 11 September akan ditumpangi SISKS Paku Buwono XIII. Sementara itu busana kebesaran untuk rangkaian penobatan yang dipesan GRAy Koes Moertiyah, menurut Yemi Triana, juga sudah siap. Enam stel busana yang ditiru dari referensi upacara penobatan SISKS Paku Buwono X dan XI itu, Senin sudah jadi dan langsung dimasukkan ke ruang pusaka, ndalem ageng. "Kalau sudah begitu, tidak bisa dikeluarkan, kecuali saat akan dikenakan. Tetapi sebelum dimasukkan, semua sudah dicoba Gusti Behi (KGPH Hangabehi-Red) beberapa kali dan sudah pas," paparnya. (won-17a) |