| Sabtu, 04 September 2004 | PEMILU 2004 |
Hasyim Bertekad Satukan Sikap NUREMBANG- Koalisi Kebangsaan Nasional yang baru dideklarasikan oleh PDI-P, Partai Golkar, PPP, dan Partai Damai Sejahtera tak akan efektif jika mesin politiknya tak bisa menembus sampai ke akar bawah. Calon wakil presiden (cawapres) KH Hasyim Muzadi mengemukakan hal itu sebelum naik mimbar untuk memenuhi permintaan Panitia Peringatan Rojabiyyah dan Haul Ke-38 yang terdiri atas KH Ahmad bin Syu'aib, KH Abdul Chamid Ahmad, KH Abdul Jalil Ahmad, KH Abdurrochim Ahmad, dan segenap dzurriyyah KH Ahmad di Pesantren Mus Sarang, Rembang, Kamis (2/9) malam. Di hadapan sejumlah wartawan, pasangan Megawati itu mengatakan, Koalisi Kebangsaan harus mampu menggerakkan mesin politiknya sampai ke tingkat yang paling bawah. Jika tidak, akan sia-sia. Masalahnya, sekarang presiden dan wakil presiden dipilih langsung oleh rakyat. Menurut prediksi Hasyim, pemilu presiden dan wakil presiden putaran kedua 20 September nanti akan berlangsung seru. Kedua pasangan calon (Mega-Hasyim dan SBY-Kalla) akan bersaing ketat, khususnya dalam perolehan suara. Untuk bisa memenangi pemilu, Hasyim bertekad akan melakukan segala upaya untuk menyatukan sikap nahdliyyin. Untuk mewujudkan keinginan itu, pihaknya akan berkampanye di kantong-kantong NU yang selama masa kampanye pemilu presiden dan wakil presiden putaran pertama belum pernah dilakukan. Dia mengungkapkan, pada pemilu presiden dan wakil presiden putaran pertama pihaknya sengaja tidak masuk kantong-kantong NU. Alasannya, karena takut terjadi perpecahan di tubuh NU. Sebab, pada putaran pertama kader NU yang tampil bukan hanya dirinya saja. Ketua PBNU nonaktif itu menegaskan, NU merupakan organisasi Islam terbesar di dunia. Namun, selama ini NU selalu dijadikan peredam ''kebakaran''. Jika ada kerusuhan atau keributan, semua minta tolong kepada NU. Bahkan, yang mampu menghentikan maraknya bom juga NU. Akan tetapi kalau semua sudah beres, NU ditinggalkan. Dia mengakui, selama ini NU belum pernah ikut mengurus pemerintahan. Itulah sebabnya NU hanya dijadikan sebagai ban serep saja. Sekarang sudah saatnya untuk tampil ke depan. Ini kesempatan untuk berkiprah membangun bangsa dan negara. Tentang sikap KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang memilih netral, dia menyatakan tak ada masalah karena masalah itu hanya bersifat pribadi. Dia yakin, warga PKB akan mendukungnya. Alasannya, karena mayoritas warga PKB adalah NU. Selanjutnya Hasyim menunjukkan program jangka pendeknya bila dia terpilih menjadi wakil presiden, antara lain rencana pengembangan ekonomi masyarakat kecil, pengembangan infrastruktur untuk melancarkan arus produksi, dan pengembangan bidang pendidikan.(jl,H4-33j) |