logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 September 2004 PANTURA
Line

Gantung Diri karena Sakit Tak Sembuh-sembuh

PEMALANG - Suharjo (47), Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Dinas Kependudukan Pemalang, ditemukan gantung diri dengan kain selendang di dalam kamarnya, Kamis (2/9) lalu pukul 20.30. Warga Dukuh Pesapen RT 4 RW 1, Desa Saradan itu, nekat mengakhiri hidupnya karena putus asa akibat sakit kepalanya yang tak sembuh-sembuh.

Istri korban Kundasih (43), sangat terpukul dengan kejadian itu. Dia terus menangis di dalam kamarnya ketika beberapa kerabat dan teman sekantor suaminya datang bertakziah, termasuk Kepala Dinas Kependudukan Drs Pudjijanto.

Kadus I Alfon didampingi Sekdes Saradan Bambang menceritakan, Suharjo sudah lama menderita sakit kepala pusing-pusing. Kalau penyakit itu menyerang, dia kelihatan sangat menderita. Kepalanya dipegang dan dibentur-benturkan ke dinding.

"Dia juga sering bercerita kepada rekan-rekannya lebih baik mati saja daripada menderita sakit kepala seperti yang dideritanya itu. Tetapi kalau tidak sakit, sikapnya periang," katanya kemarin.

Sakit seperti itu dideritanya sudah satu tahun lebih dan pernah diperiksakan ke beberapa dokter. Bahkan pernah rawat inap di rumah sakit, tetapi hingga kini belum sembuh. Sekitar tujuh bulan lalu, dia juga pernah mencoba bunuh diri dengan minum tinner (minyak pencampur cat), tapi tertolong.

Di Rumah Sendirian

Terakhir, Kamis petang lalu Suharjo masih kelihatan seperti biasa. Beberapa kali pergi membeli jajanan di warung dekat rumahnya. Diduga ketika berada di rumah sendirian, penyakit kepalanya kambuh lagi. Pada saat itu istrinya, Kundasih, masih berada di rumah adiknya, menonton tv bersama anak nomor tiga, Riski (3). Anak pertamanya, Rofiah, bekerja di Jakarta dan anak kedua, Wiwik, sedang pergi mengaji. Keadaan rumah yang sepi itu digunakan korban untuk gantung diri.

Kejadian itu baru diketahui ketika seorang warga datang ke rumah korban meminta tanda tangan. Sebab, korban adalah Ketua RT 4. Ketika tamu mengetuk pintu, tidak ada orang di rumah. Istri korban lalu disusul untuk pulang karena ada tamu. Namun, ketika Kundasih masuk ke dalam rumah dan memanggil-manggil, suaminya tidak menyahut.

"Saya baru mengetahui kejadian itu ketika masuk ke dalam kamar dan melihat suami saya sudah meninggal," ucap Kundasih sambil menahan tangis kepada teman-teman sekantor suaminya yang datang bertakziah.

Pudjijanto mengatakan, anak buahnya itu ketika berada di kantor selalu menunjukkan perilaku yang baik. Dia juga sering bercerita menderita sakit kepala. Kalau sedang sakit, rasanya ingin mati saja. Diduga korban gantung diri karena tidak tahan lagi menderita sakit tersebut.

"Dia bunuh diri mungkin karena tak tahan lagi menderita sakit kepala. Tidak ada faktor lain, seperti sering dimarahi atasan atau banyak hutang. Bahkan, gajinya masih sisa Rp 700.000. Padahal karyawan lainnya yang gajinya minus, tidak bunuh diri," ujarnya. (sf-74r)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA