| Sabtu, 04 September 2004 | PANTURA |
Desa Bermasalah Bakal Didatangi Pejabat
SLAWI- Belasan desa yang tak punya kades definitif, salah satunya lantaran susah menggelar pemilihan kepala desa (pilkades), bakal didatangi puluhan pejabat Pemkab Tegal. Kejadian itu pernah dilakukan ketika menyelesaikan persoalan memanas di Desa Sumbarang, Kecamatan Jatinegara, pertengahan Agustus lalu. Desa di kaki Gunung Slamet yang berbatasan dengan Kabupaten Pemalang itu sudah hampir empat tahun tidak punya kades definitif. Sudah dua kali dilakukan pilkades, namun suara pemilih selalu tidak mencapai kuorum, atau tidak memenuhi dua pertiga dari jumlah total suara yang dipersyaratkan dalam pilkades. Lebih parah lagi, keberadaan Pjs Kades Sumbarang tidak mendapat respons dari warga. Dia hanya bekerja sendirian sehingga mengalami banyak kesulitan. Kini ketika warga merasakan berbagai kesulitan, Pemkab Tegal pun langsung bersikap. Pada 13-14 Agustus lalu, Bupati Tegal yang membawa 60 orang yang terdiri atas pejabat terkait, mendatangi desa bermasalah tersebut. Setelah menyerap berbagai persoalan yang mengemuka dan melakukan berbagai sosialisasi serta penyuluhan soal hukum dan tata pemerintahan, persoalan yang selama ini jadi hambatan pun langsung mencair. "Nah, belajar dari pengalaman seperti ini, nanti satu per satu desa bermasalah akan ditiliki Bupati Tegal dan pejabat terkait. Semua itu maksudnya agar persoalan dapat diselesaikan secara baik," tutur Kabag Pemerintahan Drs Hasan Munawar, kemarin. Bawa Wartawan Selain membawa puluhan pejabat terkait, kata Hasan Munawar, Bupati juga selalu membawa wartawan dari berbagai media cetak. Keberadaan wartawan itu, kata dia, diharapkan dapat turut menyebarluaskan informasi yang bersifat penyuluhan dan pengetahuan baru bagi warga desa bersangkutan dan warga desa lainnya yang terbentur persoalan yang sama. Hal lain yang dapat dipetik dari kebijakan program "Bupati Tilik Desa" itu selain memberikan penyuluhan soal peran serta dalam pembangunan juga untuk membangkitan semangat berusaha dan meningkatkan gotong-royong. "Di samping itu, juga untuk memberikan wacana soal program-program baru yang menyentuh masyarakat pedesaan yang haus informasi. Soalnya bagi desa terpencil, sangat rendah daya serap informasinya," tutur Hasan Munawar. Untuk program pekan ini, Bupati beserta rombongan berencana mengunjungi Desa Sigedong di Kecamatan Bumijawa. Desa paling selatan di kaki Gunung Slamet yang berbatasan dengan Pemalang dan Banyumas tersebut tidak punya bengkok dan telah bertahun-tahun tidak punya kades definitif. Sudah dua kali pilkades digelar dan selalu gagal sehingga desa itu jadi prioritas dalam program tersebut. Bupati Tegal Agus Riyanto menambahkan, kunjungan ke desa-desa terpencil itu sebenarnya tidak sekadar difokuskan pada desa-desa bermasalah, tetapi sebagai wujud perhatian terhadap warga di daerah terpencil. "Ada desa yang telah berpuluh-puluh tahun tidak pernah dikunjungi Bupati. Ini kan kasihan. Apalagi sekarang mereka bisa bertatap muka langsung, ini akan membangkitan semangat membangun dan semangat berusaha dengan harapan akan berdampak positif secara luas," tuturnya. Dia mengatakan, kunjungan ke desa terpencil tidak akan memberatkan warga desanya karena semua biaya ditanggung Pemkab Tegal. "Lha iya, kami kan nginap di desa bersangkutan dengan harapan bisa membaur dan menyerap masalah yang ada secara langsung dan lebih dekat. Ini penting dalam membangun Kabupaten Tegal menjadi lebih baik lagi," tutur Agus Riyanto. (D12-74n) |