logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 September 2004 PANTURA
Line

FPI Pawai Dukung Kapolda Berantas Judi

PEKALONGAN - Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam ( DPW FPI) Kota Pekalongan mendukung kebijakan Kapolda Jawa Tengah Irjen Drs Chaerul Rasjid MHum yang memberantas judi di wilayahnya.

"Kebijakan itu sangat bagus dan harus kita dukung. Bentuk dukungan itu, kami mengadakan pawai keliling kota," kata Ketua FPI Kota Pekalongan, Abu Ayash sesaat sebelum memberangkatkan pawai.

Pawai yang diikuti beberapa anggota FPI itu menggunakan mobil dan sepeda motor. Pawai itu juga diikuti ustad Said Sungkar dan beberapa tokoh Islam lainnya. Mereka berkumpul di Alun-alun Pekalongan, depan Masjid Agung pukul 13.00.

Setelah itu, mereka berjalan melewati Jalan dr Cipto, Teratai, Truntum, Jlamprang, Raden Saleh, Kusuma Bangsa, Patriot, KH Mas Mansyur, Urip Sumoharjo, Buaran, Watusalam, Gapuro, Kuripan Kidul, Kuripan Lor, Kartini, dan berakhir kembali di alun-alun.

Menurut Abu, pawai ini sebagai dukungannya kepada Kapolda sekaligus juga sebagai peringatan Milad Ke-8 FPI.

Mereka mengambil tema untuk menegakkan syariat, memberantas maksiat, dan hancurkan Amerika Serikat. Seperti FPI di pusat, FPI Pekalongan juga mencanangkan 11 September sebagai awal hari kehancuran Amerika.

Menurut dia, dengan Kapolda yang baru ini, ternyata judi bisa dihabiskan.

"Ini berarti judi bisa dilenyapkan dalam waktu yang singkat, meski pejabat sebelumnya tak pernah bisa memberantasnya. Dan ternyata tergantung pimpinan. Kalau pimpinan tegas, maka daerah juga akan bebas dari judi," katanya.

Dukungan kepada Kapolda itu, menurut dia, sangat diperlukan untuk menandingi orang-orang yang mendukung judi dilanjutkan lagi. "Masak penjual togel berani demo dengan dalih pekerjaannya hilang. Ini kan aneh. Untung, mereka itu tidak ditangkap dan hanya diperintah tutup tidak berjualan judi," kata Abu dengan menambahkan judi itu sebenarnya termasuk tindakan kriminal.

Tak Perlu Mundur

Karena itu, Kapolda tidak perlu mundur gara-gara adanya demo para penjudi. Ketegasan memberantas judi harus dilanjutkan sehingga Jawa Tengah benar-benar bersih dari judi.

Menurut dia, seandainya semua aparat kepolisian bertindak sebagaimana yang dilakukan Kapolda Jateng, tidak hanya tegas terhadap togel, tetapi juga penyimpangan hukum termasuk yang dilakukan oknum polisi, rasanya begitu senangnya menjadi orang Indonesia bernaung di bawah tegaknya supremasi hukum.

Namun sayang, orang seperti Chaerul Rasjid hanya ada beberapa gelintir di negeri ini. Itu pun masih perlu diuji lagi, sejauh mana tindakan itu mampu bertahan.

Biasanya bila ada seorang pejabat yang bertindak amanah jabatannya tidak akan panjang karena akan dilengserkan atasannya atau malah sebaliknya sikap amanah itu luntur karena tak tahan godaan.(A15-14r)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA