logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 September 2004 NASIONAL
Line

Ledakan di Bogor Tak Terkait Pilpres

JAKARTA- Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar mengatakan, belum ada petunjuk yang signifikan tentang kemungkinan adanya ancaman keamanan menjelang pemilu presiden dan wakil presiden putaran kedua.

"Ledakan di Bogor itu masih berkapasitas low explosive dan ancaman mengebom belum dapat dijadikan ukuran jaminan yang serius menjelang pemilu presiden," ungkapnya, Jumat (3/9) kemarin.

Menurut penuturan Kapolri, tidak tertutup kemungkinan adanya sejumlah pihak yang akan memanfaatkan situasi itu seakan-akan terjadi gangguan di Tanah Air menjelang pemilu putaran kedua.

Untuk itu, aparat kepolisian tetap akan mengecek sampai sejauh mana gangguan keamanan tersebut, apakah itu dilakukan orang iseng atau orang yang ingin memanfaatkan situasi.

Sementara itu Kapolda Metro Jaya Irjen Firman Gani mengemukakan, pihaknya mengantisipasi kemungkinan adanya peledakan bom yang memanfaatkan momentum pemilu putaran kedua.

Untuk itu, Polda telah menyiapkan pengamanan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya situasi terburuk.

Menjawab pertanyaan soal ancaman sebelum, selama, dan setelah pemilu, dia mengaku memang ada.

"Ada keinginan beberapa kelompok yang saya yakin akan memanfaatkan momentum pemilu presiden dengan bom. Dan, kalau misalnya ada ketidakpuasan terhadap jalannya pemilu ataupun perhitungan suara pascapemilu, ancamannya dalam bentuk kerusuhan massa," ungkap mantan Kapolda Jatim itu.

Dia menegaskan, meski hingga kini belum terlihat adanya indikasi atau gejala pemilu putaran kedua akan terganggu, Polda Metro Jaya tetap menyiapkan pengamanan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya situasi terburuk.(bu-69j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA