| Sabtu, 04 September 2004 | NASIONAL |
Lagi-lagi TKI Pulang dalam Keadaan Tak BernyawaMEDAN- Kasus kematian tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia bertambah. Jumat (3/9) kemarin, seorang TKI dari Malaysia tiba di Medan dalam keadaan tidak bernyawa. Korban bernama Armando Sembiring (19), warga Jalan Udala, Kecamatan Brastagi, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara. Jenazahnya tiba di Bandara Polonia Medan pada pukul 13.30 menggunakan pesawat Malaysia Airlines. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSU Pirngadi Jalan HM Yamin Medan. Saat ini, jenazah masih menjalani visum oleh dokter kehakiman di RSU karena di kepalanya ada luka. Namun, tidak ada keterangan pasti apa penyebab kematian Armando. Direktur PT Baba Metro Utama Nazir selaku agen pengerah kerja Armando tidak mau berkomentar. "Saya tidak bisa memberi informasi apa pun," tandasnya. Armando berangkat ke Malaysia sejak delapan bulan lalu sebagai tenaga kebersihan (cleaning service) di Penang. Sebulan lalu dia masih menelepon keluarganya, namun tiba-tiba pada 1 September telah meninggal. Saat tiba di Medan, jenazah yang sudah membiru itu tampak ada bekas luka terutama di kepala. Hari ini, menurut rencana jenaah pemuda itu dibawa ke Brastagi untuk dikebumikan. Dilarang Kerja di Irak Secara terpisah, pemerintah menyerukan warga negara Indonesia (WNI) untuk menghindari bepergian apalagi bekerja di Irak menyusul kematian Fahmi Ahmad Wini di Mosul, Irak pada 22 Agustus lalu. "Pemerintah menghargai hak warga negara termasuk bepergian dan bekerja di luar negeri. Akan tetapi sebaliknya, warga negara pun perlu memahami dan menaati seruan (pemerintah) ini karena bertujuan untuk melindungi mereka sendiri," papar juru bicara Departemen Luar Negeri Yuri Thamrin di Departemen Luar Negeri Jalan Pejambon Nomor 6 Jakarta Pusat, Jumat (3/9). Menurut penuturan Yuri, kasus tertembaknya Fahmi Ahmat Wini menunjukkan situasi keamanan di Irak sangat berbahaya termasuk juga bagi warga asing yang bekerja di sana. "Peristiwa terakhir, pembantaian 12 pekerja asal Nepal di Irak pada 28 Agustus, hendaknya mendapat perhatian kita. "(dtc-69j) |