| Sabtu, 04 September 2004 | NASIONAL |
Penyanderaan Berakhir 100 Orang TewasBESLAN - Lebih dari 100 orang tewas ketika pasukan Rusia menyerbu sebuah sekolah Jumat kemarin untuk membebaskan orang tua, guru, dan anak-anak yang disandera selama 53 jam oleh gerakan separatis Chechen. Anak-anak yang telanjang lari menyelamatkan diri. Mereka berteriak-teriak di tengah suara berondongan tembakan mesin dan ledakan saat beberapa helikopter tempur menderu-deru di atas sekolah tersebut. Julian Manyon, wartawan televisi berita Inggris ITV, mengatakan juru kameranya melihat sekitar 100 mayat berada di ruang olahraga sekolah tersebut di Beslan, Ossetia Utara, setelah para penyandera pergi. ''Juru kamera kami mengatakan bahwa menurut perkiraannya ada sekitar 100 mayat, yang tergeletak di lantai ruang olahraga tersebut. Kita tahu sejumlah besar sandera ditahan di ruangan itu,'' kata Manyon. Kantor berita Itar-Tass melaporkan lebih dari 400 orang terluka. Kantor berita-kantor berita Rusia mengatakan sedikitnya tujuh orang tewas ketika tiba di rumah sakit. Para penyandera melarikan diri dan masih dikejar serdadu Rusia. Dalam beberapa jam yang kacau setelah pertempuran itu dimulai, anak-anak yang setengah telanjang atau bugil minum air kemasan setelah dua hari tanpa makanan dan minuman disandera di sekolah yang penuh sesak dan panas tersebut. ''Saya memecahkan kaca jendela untuk bisa keluar,'' kata seorang bocah lelaki yang tangannya diperban kepada televisi Rusia. ''Orang-orang berlarian ke segala arah. Para penyandera menembaki dari atap.'' Ledakkan Lubang Masih belum jelas apa yang menyulut pertempuran tersebut, tak lama setelah Rusia bersikeras tak akan menggunakan kekuatan militer. Penyanderaan tersebut mungkin reaksi terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin, yang berkuasa pada 2000 dengan janji akan memulihkan ketertiban di Chechnya setelah bertahun-tahun perlawanan keras dan penyanderaan seperti yang terjadi di Beslan. Lebih dari 129 sandera dan 41 militan tewas ketika Putin mengirimkan pasukan untuk menaklukkan gerilyawan Chechen yang menguasai gedung teater Moskwa pada 2002. Namun kekerasan di wilayah itu dan tempat lain di Rusia tetap berlanjut. Itar-Tass melaporkan, pasukan telah meledakkan sebuah lubang di dinding sekolah itu agar para sandera bisa lari. Kantor berita itu juga melaporkan bahwa para serdadu bertempur melawan orang-orang bersenjata yang melarikan diri ke gedung di selatan kota tersebut. Menurut laporan Interfax, sebagian dari penyandera itu, yang diduga sekitar 40 orang, berusaha menerobos melalui kerumunan kerabat siswa yang bingung menunggu di dekat sekolah tersebut ketika pasukan khusus menyerbu masuk. Televisi NTV melaporkan 10 penyandera tewas. Sandera 1.500 Orang Para pejabat mengatakan, sekitar 500 orang ditahan di sekolah tersebut di Ossetia Utara, yang berdampingan dengan Chechnya. Namun para sandera yang telah bebas mengatakan jumlahnya mungkin sekitar 1.500 orang. Bentrokan tersebut tampaknya dimulai tak lama setelah pihak berwenang mengatakan mereka telah mengirim sebuah kendaraan ke sekolah itu untuk mengangkut beberapa mayat. Berbagai laporan menyebutkan, pengiriman kendaraan itu diikuti dengan upaya menerobos keluar oleh sandera dan para militan. Alexander Dzasokhov, Presiden Ossetia Utara, mengatakan sebelumnya orang-orang bersenjata yang bertopeng menuntut kemerdekaan Chechnya. Tuntutan tersebut memperlihatkan hubungan yang jelas antara para penyandera dan gerakan separatis yang telah berlangsung selama 10 tahun di Chechnya. Seorang wanita yang dibebaskan Kamis lalu mengatakan kepada Izvestia bahwa selama malam penyanderaan itu anak-anak mulai menangis. ''Kemudian para penyandera melepaskan tembakan ke udara untuk menenangkan situasi. Pagi hari, mereka mengatakan kepada kami bahwa mereka tak akan memberikan minum karena pihak berwenang tak mau berunding,'' kata wanita yang tidak disebutkan identitasnya tersebut.(rtr-ben-46) |