| Sabtu, 04 September 2004 | MURIA |
Mbah Sahid Kemadu Meninggal DuniaREMBANG - Innalillahi wa innailaihi rooji'un. Warga Kabupaten Rembang kembali kehilangan salah seorang kiai terkenal setelah KH M Cholil Bisri wafat. Dia adalah KH Ahmad Sahid bin Solikan atau lebih dikenal dengan Mbah Sahid Kemadu. Almarhum meninggal pada pukul 01.00, Jumat (3/9), pada usia 78 tahun dan langsung dikebumikan di pemakaman keluarga. Menurut penuturan H Abdullah, Lurah Pondok Pesantren Al Islami Kemadu, Kecamatan Sulang, alamarhum meninggalkan seorang istri, Nyai Hj Siti R, dan dua anak, Rabbi' Luthfi yang masih duduk di kelas 3 SD Kemadu dan Safiqoh Samiyah. Lebih lanjut dia menuturkan, pada malam hari sebelum Mbah Sahid mengembuskan napas terakhir, dia dibawa ke RSUD Rembang karena masuk angin. Akan tetapi pada pukul 01.00 dini hari, kiai itu dipanggil Allah SWT. "Padahal, sebelumnya beliau bisa jalan-jalan tanpa dipegangi," ujarnya. Mendengar kabar pemilik Pondok Pesantren Al Islami Kemadu meninggal, para santri dan warga berbondong-bondong datang ke tempat itu. Bahkan, beberapa santri di Kabupaten Rembang, pagi harinya juga ikut berkumpul untuk melihat jenazah terakhir Mbah Sahid. Siangnya, pukul 10.00 jenazah almarhum dikebumikan di tempat pemakaman keluarga, samping makam alamarhum istri pertamanya, Nyai Hj Sofia. Merasa Kehilangan Warga dan para santri itu merasa kehilangan Mbah Sahid. Karena selama ini, almarhum dikenal sebagai orang yang tidak pernah membeda-bedakan sesama. Selain itu, jika ada orang datang ke rumahnya akan disuguhi makanan apa adanya. KH Achmad Mustofa Bisri saat memberikan sambutan mengemukakan, almarhum adalah orang yang tidak pernah mengeluh. Mbah Sahid sering mengatakan "alhamdulillah". "Mbah Sahid itu orang baik, sering menyenangkan hati orang lain," ujar Gus Mus. Ketika doa bersama, ribuan pelayat yang datang di tempat itu hampir semua meneteskan air mata. Bahkan, di antara pelayat ada yang menangis sesenggukan. Sambil berdoa, mereka terkenang kebaikan Mbah Sahid selama hidupnya. Di dalam rumah, Nyai Hj Siti terlihat larut dalam kesedihan. Ketika Suara Merdeka datang ke lokasi Pesantren Al Islami, istri almarhum masih berada di kamar. "Nyai Hajah sedang berduka, saat ini dia masih berada di kamar," ujar H Abdullah. Sementara itu, suasana di makam keluarga Mbah Sahid seusai pemakaman masih tampak ramai. Beberapa kerabat dan santrinya terlihat sedang berdoa di tempat pemakaman. Mereka sepertinya sangat kehilangan sesepuh yang juga salah seorang kiai tersohor di Kabupaten Rembang. (H4-15j) |